Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Baru Dibuka Beberapa Jam, Selat Hormuz Kembali Ditutup, 2 Kapal Ditembak Karena Nekat Melintas

Nurista Purnamasari • Sabtu, 18 April 2026 | 23:21 WIB
Pemandangan deretan kapal di Selat Hormuz. (Belga News Agency)
Pemandangan deretan kapal di Selat Hormuz. (Belga News Agency)

RADAR SURABAYA - Ketegangan di Teluk Persia kembali memuncak setelah dua kapal dagang dilaporkan terkena tembakan saat mencoba melintasi Selat Hormuz pada Sabtu (18/4). 

Sebelumnya Selat Hormuz sempat dibuka beberapa jam, namun kemudian kembali ditutup oleh militer Iran.

Reuters melaporkan bahwa kapal-kapal dagang menerima pesan radio dari angkatan laut Iran yang melarang mereka melintas. 

Baca Juga: Fasad Eks Toko Nam Surabaya Bakal Dibongkar untuk Kembalikan Fungsi Pedestrian, Diganti dengan Penanda Sejarah

Sehari sebelumnya, para pelaut sempat diberitahu bahwa selat akan dibuka secara terbatas. 

Namun, pada Sabtu, setidaknya dua kapal melaporkan ditembaki oleh kapal perang Iran di perairan antara Pulau Qeshm dan Larak.

Insiden ini langsung memicu kekhawatiran global karena jalur tersebut merupakan rute utama distribusi minyak dan gas alam cair dunia.

Baca Juga: Modus Pesankan Teman Kencan, Pria Nekat Curi Motor Teman di Penginapan Kawasan Pucang Surabaya

Sumber keamanan maritim menyebutkan bahwa kapal-kapal tersebut akhirnya berbalik arah tanpa menyelesaikan penyeberangan. 

Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengonfirmasi menerima laporan insiden sekitar 20 mil laut di timur laut Oman.

“Kapal kami didekati oleh dua kapal perang Korps Garda Revolusi Islam yang menembaki kapal. Beruntung, kapal dan awak kami selamat,” ujar kapten sebuah kapal tanker yang menjadi korban. Selain itu, sebuah kapal kontainer juga dilaporkan terkena tembakan.

Baca Juga: Ledakan Kapal di Selat Hormuz, Tiga ABK WNI Hilang

Pesan radio yang disiarkan angkatan laut Iran berbunyi, “Perhatian semua kapal, sehubungan dengan kegagalan pemerintah AS untuk memenuhi komitmennya dalam negosiasi, Iran menyatakan Selat Hormuz sepenuhnya ditutup kembali. Tidak ada kapal jenis atau kewarganegaraan apa pun yang diizinkan untuk melewati Selat Hormuz”.

Penutupan kembali Selat Hormuz berdampak langsung pada perdagangan energi global. Ratusan kapal dan sekitar 20.000 pelaut kini terdampar di Teluk, menunggu izin untuk melintas. 

Jalur air ini menangani sekitar 20% aliran minyak dan gas alam cair dunia, sehingga setiap gangguan berpotensi memicu lonjakan harga energi internasional.

Negara-negara konsumen energi besar seperti Jepang, Korea Selatan, dan Eropa diperkirakan akan terdampak jika penutupan berlangsung lama. (net/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Selat Hormuz dibuka #kapal ditembak #iran #selat hormuz #konflik timur tengah