RADAR SURABAYA - Insiden penembakan massal mengguncang sebuah sekolah di Provinsi Kahramanmaras, Turki, Rabu (15/4).
Seorang remaja berusia 14 tahun menenteng lima senjata api dan melepaskan tembakan secara acak, menewaskan sembilan orang serta melukai 13 lainnya.
Kronologi Penembakan
Rekaman video amatir yang beredar memperlihatkan pelaku berjalan di lorong sekolah sambil menembaki orang-orang di depannya.
Baca Juga: Panas! Semifinal Liga Europa 2025/2026 Hadirkan Duel Tim Inggris dan Braga vs Freiburg
Para siswa panik, berlarian, bahkan melompat keluar jendela untuk menyelamatkan diri.
Menteri Dalam Negeri Turki, Mustafa Ciftci, mengonfirmasi jumlah korban. “Sembilan orang meninggal dunia, 13 lainnya luka-luka. Enam korban luka dalam perawatan intensif, tiga di antaranya kritis,” ujarnya dikutip dari Al Jazeera, Jumat (17/4).
Gubernur Kahramanmaras, Mukerrem Unluer menambahkan, pelaku adalah siswa kelas 8 yang membawa senjata api milik ayahnya.
Baca Juga: Penembakan Massal Guncang Kanada, 10 Tewas dan 25 Luka di British Columbia
“Dia memasuki dua ruang kelas dan menembak secara acak, menyebabkan luka-luka dan kematian,” kata Unluer.
Identitas Pelaku dan Keterlibatan Keluarga
Pelaku diketahui anak dari mantan pejabat kepolisian. Ia membawa lima senjata api dan tujuh magasin ke sekolah.
Kepolisian Turki menahan ayah pelaku, Ugur Mersinli, serta ibunya untuk penyelidikan.
Baca Juga: China Luncurkan Pulau Terapung untuk Riset Laut Dalam, Tembus Kedalaman 10.000 Meter
Kantor berita Anadolu Agency melaporkan bahwa rekaman video menunjukkan puluhan siswa melarikan diri melalui halaman sekolah, sementara sekitar 15 tembakan terdengar dalam durasi 1,5 menit.
Pelaku Bunuh Diri
Pelaku dilaporkan tewas setelah menembak dirinya sendiri. “Dia menembak dirinya sendiri. Belum jelas apakah ini bunuh diri atau terjadi di tengah kekacauan,” ungkap Unluer.
Motif penembakan belum diketahui. Menteri Kehakiman Turki, Akin Gurlek, menyatakan jaksa segera melakukan penyelidikan mendalam atas insiden ini.
Penembakan massal di Kahramanmaras menjadi tragedi langka yang mengejutkan publik Turki.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya, Jumat 17 April 2026: Siang Cerah dan Gerah, Malam Berpotensi Hujan Ringan
Tragedi ini juga menambah panjang deretan penembakan massal yang dilakukan oleh remaja di berbagai negara di dunia. (alj/nur)
Editor : Nurista Purnamasari