RADAR SURABAYA – Di tengah bayang-bayang perang yang belum usai, secercah harapan muncul di sebuah taman alam di pinggiran Kyiv. Ratusan warga berkumpul untuk menyaksikan pelepasan kelelawar, satwa yang sebelumnya diselamatkan dari wilayah konflik.
Saat senja tiba, para relawan dari Ukrainian Bat Rehabilitation Center membuka kantong kain secara perlahan. Satu per satu kelelawar dilepas ke langit, disambut sorak sorai lebih dari 1.000 warga, mulai dari anak-anak, keluarga, hingga tentara yang tengah beristirahat.
Baca Juga: Kyiv Digempur Rudal dan Drone Rusia, Hampir Semua Distrik Alami Kerusakan
Ratusan kelelawar itu berasal dari wilayah timur Ukraina yang terdampak perang. Kegiatan ini tak hanya menjadi bagian dari upaya konservasi, tetapi juga penanda datangnya musim semi setelah melewati musim dingin panjang yang diwarnai serangan dan pemadaman listrik.
Salah satu relawan, Anastasiia Vovk, menegaskan pelepasan ini memiliki arti penting. Seluruh 28 spesies kelelawar di Ukraina kini berstatus dilindungi karena penurunan populasi. “Melestarikan mereka sangat penting,” ujarnya pada Kamis (9/4).
Bagi warga, momen ini lebih dari sekadar kegiatan konservasi. Anak-anak tampak antusias, bahkan beberapa mengenakan kostum kelelawar. Mereka menyaksikan proses pemberian makan hingga mendapat kesempatan memegang kelelawar dengan sarung tangan khusus.
Salah satu warga, Oleksii Beliaiev, menyebut kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kehidupan harus terus berjalan meski perang masih berlangsung. “Meski perang masih berlangsung, hidup harus tetap berjalan,” katanya.
Baca Juga: Amerika Serikat Terima 10 Proposal, Perang di Iran Segera Berakhir
Dalam satu momen, ratusan kelelawar yang dilepas itu menjadi simbol kehidupan yang terus berjuang bertahan, menghadirkan harapan bagi warga di tengah situasi sulit yang belum berakhir.
Di sisi lain, perang juga berdampak besar bagi satwa liar karena banyak habitat alami rusak akibat pemboman, sementara suara ledakan mengganggu masa hibernasi mereka sehingga berisiko pada kelangsungan hidup spesies tersebut.
Pemimpin kegiatan, Alona Shulenko, mengatakan upaya penyelamatan ini menjadi langkah kecil yang berarti. “Kami hanya melakukan apa yang kami bisa. Tanpa upaya ini, ribuan kelelawar bisa mati,” ujarnya. (rif/fir)