RADAR SURABAYA – Penemuan mengejutkan datang dari Prancis selatan. Tim paleontolog dari Musée-Parc des Dinosaures menemukan ratusan telur dinosaurus dari berbagai spesies di wilayah Mèze, yang kini dinilai sebagai salah satu situs fosil terpenting di Eropa.
Telur-telur tersebut diketahui berasal dari periode Kapur Akhir, sekitar 70 hingga 75 juta tahun lalu. Temuan ini mengindikasikan bahwa kawasan Mèze dulunya merupakan lokasi berkembang biak dinosaurus dalam jumlah besar.
Baca Juga: Ilmuwan Temukan Spesies Baru Anaconda Raksasa di Amazon, Ukurannya Bikin Takjub
Menariknya, hasil penelitian menunjukkan telur-telur itu tidak berasal dari satu spesies saja. Analisis mengungkap adanya variasi jenis dinosaurus yang diduga hidup berdampingan dalam satu habitat.
Salah satu peneliti, Alain Cabot, menjelaskan bahwa perbedaan spesies dapat diidentifikasi melalui struktur cangkang telur.
“Analisis cangkang memungkinkan kita membedakan beberapa spesies,” ujarnya.
Baca Juga: Bukan Mitos Ikan Purba Zaman Dinosaurus Masih Hidup di Perairan Nusantara
Para peneliti menggunakan teknik mikroskopis untuk mengamati bentuk, ukuran, serta struktur kristal pada cangkang telur. Dari hasil tersebut, setiap telur memiliki karakteristik khas yang mengarah pada spesies dinosaurus yang berbeda.
Sebagian besar telur ditemukan dalam kondisi kosong. Ilmuwan menduga telur-telur tersebut telah menetas atau tidak dibuahi sebelum akhirnya terkubur dan mengalami proses fosilisasi.
Proses pengawetan ini diperkirakan terjadi karena telur-telur tersebut cepat tertutup lumpur atau pasir, sehingga terlindungi dari predator maupun perubahan cuaca ekstrem.
Baca Juga: Mengenal Ikan Gelodok, Spesies Unik yang Bisa Berjalan dan Bernapas di Darat
Penemuan ini memperkuat dugaan bahwa wilayah tersebut pernah menjadi habitat penting bagi dinosaurus, khususnya jenis herbivora. Selain itu, jumlah telur yang besar membuka peluang bagi ilmuwan untuk mempelajari pola reproduksi, migrasi, hingga interaksi antarspesies dinosaurus.
Situs Mèze pun kini menjadi sangat bernilai bagi dunia paleontologi. Temuan ini menambah wawasan tentang kehidupan purba sekaligus menunjukkan masih banyak misteri sejarah Bumi yang belum terungkap melalui fosil-fosil yang ada. (shf/fir)
Editor : M Firman Syah