Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kardinal Katolik Dicegah Masuk Gereja Makam Suci Jelang Minggu Palma, Kebebasan Beribadah di Yerusalem Jadi Sorotan

Nurista Purnamasari • Minggu, 29 Maret 2026 | 22:54 WIB
Gereja Makam Suci di Yerusalem. (National Geographic)
Gereja Makam Suci di Yerusalem. (National Geographic)

RADAR SURABAYA - Ketegangan di Yerusalem semakin memuncak setelah Kepolisian Israel mencegah Patriark Latin Yerusalem, Kardinal Pierbattista Pizzaballa, memasuki Gereja Makam Suci untuk merayakan Misa Minggu Palma. 

Insiden yang terjadi pada Minggu (29/3) ini, dinilai sebagai preseden serius karena untuk pertama kalinya dalam beberapa abad, kepala Gereja Katolik di Tanah Suci tidak dapat memimpin perayaan penting tersebut.

Menurut pernyataan resmi Patriarkat Latin, Kardinal Pizzaballa bersama Penjaga Tanah Suci, Romo Francesco Ielpo, dihentikan aparat Israel saat berjalan menuju gereja tanpa atribut prosesi. 

Baca Juga: Ini Pesan Paus Leo Dalam Pertemuan dengan Para Kardinal Dari Seluruh Dunia

Patriarkat menilai tindakan ini sebagai pelanggaran terhadap kebebasan beribadah dan kepekaan umat Katolik di seluruh dunia yang menantikan perayaan Minggu Palma di Yerusalem.

Sejak pecahnya perang di Asia Barat pada 28 Februari, otoritas Israel memang memberlakukan pembatasan ketat terhadap pertemuan publik, termasuk di sinagoge, gereja, dan masjid. 

Jumlah peserta dibatasi maksimal 50 orang. Akibat aturan tersebut, prosesi Minggu Palma tradisional dari Bukit Zaitun ke Yerusalem yang biasanya menarik ribuan umat terpaksa dibatalkan.

Baca Juga: Kasus Sempat Mencapai Ribuan, Kemenkes Terbitkan Surat Edaran Campak

Patriarkat Latin menegaskan bahwa para pemimpin gereja telah mematuhi seluruh pembatasan sejak awal konflik. Namun, pencegahan terhadap Kardinal dan Custos dianggap sebagai tindakan tidak proporsional. 

“Keputusan yang tergesa-gesa dan pada dasarnya cacat ini, yang diwarnai oleh pertimbangan yang tidak tepat, merupakan penyimpangan ekstrem dari prinsip-prinsip dasar kewajaran, kebebasan beribadah, dan penghormatan terhadap status quo,” demikian pernyataan Patriarkat.

Patriarkat Latin menyampaikan kritik keras atas sikap Israel. “Akibatnya, dan untuk pertama kalinya dalam beberapa abad, Kepala Gereja dicegah untuk merayakan Misa Minggu Palma di Gereja Makam Suci. Insiden ini merupakan preseden serius dan mengabaikan kepekaan miliaran orang di seluruh dunia,” tegas pernyataan resmi.

Baca Juga: Mauro Zijlstra Cedera, Jens Raven Dipanggil Dadakan Jelang Indonesia vs Bulgaria

Larangan terhadap pemimpin gereja bukan hanya berdampak lokal, tetapi juga menimbulkan resonansi global karena menyangkut simbol penting bagi umat Katolik di seluruh dunia.

Di tengah konflik yang masih berlangsung, peristiwa ini menjadi sorotan internasional dan menegaskan perlunya penghormatan terhadap hak dasar umat beragama. (alj/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Gereja Makam Suci #Kebebasan Beribadah #bukit zaitun #Israel #yerusalem #gereja katolik #Minggu Palma