RADAR SURABAYA - Tragedi udara menimpa Kolombia setelah sebuah pesawat militer C-130 Hercules jatuh sesaat usai lepas landas dari Puerto Leguizamo, dekat perbatasan dengan Ekuador dan Peru, Senin (23/3).
Pesawat yang membawa 125 orang itu menewaskan sedikitnya 66 penumpang dan melukai puluhan lainnya.
Dikutip dari Aljazeera, Menteri Pertahanan Kolombia, Pedro Sanchez, mengatakan pesawat jatuh hanya 1,5 kilometer dari lokasi lepas landas.
Baca Juga: Roger Ibanez Siap Buktikan Diri! Comeback ke Timnas Brasil, Siap Tampil Maksimal di Era Ancelotti
“Benturan menyebabkan amunisi meledak dan pesawat terbakar,” ujarnya.
Pesawat buatan Lockheed Martin itu jatuh di kawasan hutan, meninggalkan puing-puing terbakar di lantai hutan.
Kepala Angkatan Bersenjata Kolombia, Jenderal Hugo Alejandro Lopez Barreto, menyebut empat personel militer masih hilang. “Sayangnya, akibat kecelakaan tragis ini, 66 prajurit kami meninggal dunia,” katanya.
Barreto menegaskan tidak ada indikasi serangan dari kelompok bersenjata ilegal. Hal senada disampaikan Sanchez yang menolak dugaan adanya aksi sabotase.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok 11 Persen di Tengah Tensi Tinggi Geopolitik di Kawasan Timur Tengah
Wakil Wali Kota Puerto Leguizamo, Carlos Claros, mengatakan jenazah korban dibawa ke kamar jenazah kota kecil tersebut.
“Dua klinik di kota ini menangani korban luka sebelum mereka diterbangkan ke kota besar,” ujarnya dalam video di media sosial.
Komandan Angkatan Udara Kolombia, Carlos Fernando Silva, menambahkan dua pesawat dengan 74 tempat tidur telah dikirim untuk membawa korban luka ke rumah sakit di Bogota dan kota lain.
Kecelakaan ini menambah daftar insiden pesawat C-130 di Amerika Latin. Bulan lalu, pesawat serupa milik Angkatan Udara Bolivia jatuh di El Alto, menewaskan lebih dari 20 orang dan melukai 30 lainnya.
Kolombia sendiri telah mengoperasikan C-130 Hercules sejak akhir 1960-an dan beberapa unit lama telah dimodernisasi dengan model terbaru dari Amerika Serikat.
Upaya evakuasi dan penanganan korban terus dilakukan, sementara publik menanti investigasi resmi atas penyebab kecelakaan. (alj/nur)
Editor : Nurista Purnamasari