Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Iran Kecam Penggunaan Pangkalan Inggris oleh AS, Tegaskan Hak Bela Diri di Tengah Eskalasi Konflik

Rahmat Adhy Kurniawan • Sabtu, 21 Maret 2026 | 13:31 WIB
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi/Sputnik.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi/Sputnik.

RADAR SURABAYA – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam keras keputusan pemerintah Inggris yang mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militernya untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

 Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Menurut Araghchi, kebijakan tersebut tidak hanya memperburuk situasi geopolitik, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan warga Inggris.

Ia menilai Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengabaikan suara mayoritas rakyatnya yang menolak keterlibatan dalam konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Baca Juga: Vatikan Desak Presiden AS Donald Trump Hentikan Serangan ke Iran, Peringatkan Risiko Eskalasi

“Mayoritas rakyat Inggris tidak ingin menjadi bagian dari perang pilihan antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran.

Mengabaikan hal itu, pemerintah justru menempatkan nyawa warga Inggris dalam bahaya,” tulis Araghchi melalui akun resminya di platform X dikutip dari Sputnik News Today. 

Inggris Izinkan Pangkalan untuk Operasi Militer

Pemerintah Inggris dilaporkan telah memberikan persetujuan kepada Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militernya, termasuk fasilitas strategis seperti Diego Garcia, guna melancarkan serangan terhadap target rudal Iran.

Langkah ini memicu kritik dari Teheran yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk agresi langsung terhadap kedaulatan Iran.

Kronologi Eskalasi Konflik Iran-AS-Israel

Ketegangan meningkat sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran.

Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban sipil.

Sebagai respons, Iran melakukan serangan balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Jika Iran Melemah karena Perang dengan Israel-Amerika Serikat, Justru Akan Merugikan Negara-Negara Arab

Situasi ini menandai babak baru dalam konflik yang semakin meluas dan berisiko memicu perang regional.

Iran Tolak Gencatan Senjata

Dalam perkembangan terbaru, Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak akan menerima gencatan senjata dengan Amerika Serikat maupun Israel.

Ia menekankan bahwa Teheran menginginkan penghentian konflik secara menyeluruh, bukan sekadar jeda sementara.

“Kami tidak mencari gencatan senjata, melainkan akhir perang yang total, komprehensif, dan berkelanjutan,” ujarnya dalam wawancara dengan media Jepang.

Dampak Global: Krisis Energi Mengintai

Eskalasi konflik ini juga berdampak signifikan terhadap perekonomian global. Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz—jalur vital distribusi minyak dunia—dilaporkan terganggu.

Gangguan ini menyebabkan pasokan energi dari kawasan Teluk menurun, sehingga memicu kenaikan harga minyak dan bahan bakar di berbagai negara.

Prospek Konflik ke Depan

Analis menilai, keterlibatan Inggris dalam mendukung operasi militer Amerika Serikat berpotensi memperluas konflik dan meningkatkan ketegangan geopolitik global.

Jika tidak segera diredam melalui jalur diplomasi, situasi ini dapat berkembang menjadi krisis yang lebih besar dengan dampak luas bagi stabilitas internasional.(rak) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#pangkalan inggris #diego garcia #menteri luar negeri #Abbas Araghchi #iran #Keir Starmer