RADAR SURABAYA - Tragedi ledakan kembali mengguncang industri petasan di India. Sebuah pabrik petasan yang berlokasi di Kakinada, Andhra Pradesh, dilaporkan meledak pada Sabtu (28/2) pukul 14.00 waktu setempat.
Insiden tersebut menewaskan 21 orang dan melukai 8 lainnya yang kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat.
Ledakan terjadi saat sekitar 30 pekerja masih berada di dalam pabrik. Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat kobaran api melahap seluruh area pabrik, menyisakan puing-puing hangus.
Petugas penyelamat dan kepolisian yang tiba di lokasi masih mendapati api berkobar hebat.
Kepala Daerah Andhra Pradesh, Kandula Durgesh, menyatakan bahwa pemerintah negara bagian akan menanggung seluruh biaya perawatan korban luka.
“Delapan orang lainnya sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Pemerintah akan menanggung seluruh biayanya,” ujar Durgesh, dikutip dari CNA.
Durgesh menyebut ledakan dipicu oleh kebakaran di dalam pabrik, meski penyebab pasti masih dalam penyelidikan.
“Ini adalah ledakan terbesar di negara bagian ini. Para pejabat sedang menyelidiki penyebab kebakaran yang memicu ledakan tersebut,” lanjutnya, dilansir The Tribune.
Perdana Menteri India, Narendra Modi, turut menyampaikan belasungkawa atas insiden tersebut. Melalui akun X pribadinya, ia menyatakan kesedihan mendalam atas kehilangan nyawa para korban. “Saya merasa sedih atas kehilangan nyawa ini,” tulis Modi.
Modi juga mengumumkan pemberian santunan sebesar 200 ribu Rupee (sekitar Rp 36,9 juta) untuk keluarga korban tewas dan 50 ribu Rupee (sekitar Rp 9,2 juta) untuk keluarga korban luka. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban finansial keluarga terdampak.
Industri Petasan dan Risiko Keamanan
India dikenal memiliki banyak pabrik petasan karena tingginya permintaan untuk perayaan keagamaan dan acara sosial seperti pernikahan. Sayangnya, banyak pabrik yang tidak memenuhi standar keamanan kerja.
Insiden serupa pernah terjadi pada Juli 2025 di Distrik Virudhunagar, Tamil Nadu, yang menewaskan 8 orang dan melukai 5 lainnya.
Ledakan di pabrik petasan dan kembang api tersebut juga dipicu oleh kelalaian dalam pengelolaan bahan peledak.
Pengamat industri keselamatan kerja dari Universitas Delhi, Dr. Meera Joshi, menilai bahwa regulasi keamanan di sektor ini masih lemah.
“Pabrik petasan di India sering kali beroperasi tanpa pengawasan ketat. Pemerintah harus memperketat inspeksi dan memperbarui standar keselamatan kerja,” ujarnya. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari