RADAR SURABAYA – Di balik kubah emas megah Kubah Shakhrah yang berada di kompleks Masjid Al-Aqsa, tersimpan Batu Ash-Shakhrah, batu bersejarah yang memiliki nilai spiritual tinggi bagi umat Islam. Nama Kubah Shakhrah sendiri berarti “kubah batu”, merujuk pada bangunan yang melindungi batu tersebut.
Batu Ash-Shakhrah terletak tepat di tengah bangunan berkubah emas di wilayah Yerusalem Timur. Tak sedikit yang mengira kubah emas itu adalah Masjid Al-Aqsa. Padahal, bangunan tersebut merupakan salah satu bagian dari keseluruhan kawasan suci Al-Aqsa.
Baca Juga: Langgar Kebebasan Beribadah, Israel Kembali Batasi Akses Muslim ke Masjid Al Aqsa Selama Ramadan
Dalam sejumlah riwayat dan tradisi sejarah Islam, batu ini diyakini sebagai tempat pijakan Nabi Muhammad SAW saat peristiwa Isra Mi’raj—perjalanan dari Makkah menuju Baitul Maqdis sebelum naik ke langit untuk menerima perintah salat. Karena itu, Ash-Shakhrah memiliki kedudukan istimewa dalam keyakinan umat Muslim.
Kawasan Baitul Maqdis juga tercatat sebagai kiblat pertama umat Islam sebelum akhirnya dipindahkan ke Ka’bah di Makkah. Hal tersebut semakin menegaskan pentingnya lokasi ini dalam sejarah peradaban Islam.
Baca Juga: Keistimewaan Bangunan Masjid Jamik Peneleh Surabaya, Jejak Sunan Ampel di Kampung Penuh Sejarah
Kubah Shakhrah dibangun pada tahun 691 M atas perintah Khalifah Abdul Malik bin Marwan dari Dinasti Umayyah. Bangunan berbentuk segi delapan dengan hiasan mozaik indah serta kubah berlapis emas ini menjadi salah satu karya arsitektur Islam tertua yang masih berdiri hingga kini.
Meski kerap disalahartikan sebagai Masjid Al-Aqsa, Kubah Shakhrah memiliki fungsi berbeda. Masjid Al-Aqsa merujuk pada seluruh kompleks suci, termasuk Masjid Al-Qibli sebagai tempat salat utama, serta Kubah Shakhrah yang menaungi Batu Ash-Shakhrah.
Baca Juga: Masjid Pesucinan Gresik, Jadi Jejak Islamisasi di Wilayah Pesisir Utara Jawa
Selain dalam tradisi Islam, batu tersebut juga memiliki makna penting dalam ajaran Yahudi. Lokasi itu diyakini sebagai tempat berdirinya Bait Suci pertama yang dibangun Nabi Sulaiman AS, sehingga kawasan ini memiliki nilai religius tinggi bagi beberapa agama.
Lebih dari sekadar batu, Ash-Shakhrah menjadi simbol pertemuan sejarah, iman, dan peradaban di Yerusalem. Memahami kisahnya membantu publik mengenal makna di balik kubah emas yang tersohor di dunia. (rif/fir)
Editor : M Firman Syah