Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Trump Klaim Tangkap Maduro Usai Serangan Militer AS ke Venezuela

Nurista Purnamasari • Sabtu, 3 Januari 2026 | 21:46 WIB
Kepulan asap terlihat usai serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela.
Kepulan asap terlihat usai serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela.

RADAR SURABAYA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa pasukan negaranya telah melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya. 

Pernyataan itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social pada Sabtu (3/1), di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Klaim tersebut memicu kehebohan internasional, meski hingga kini belum dapat diverifikasi secara independen.

Trump menyebut Maduro telah diterbangkan keluar dari Venezuela, dan berjanji akan memberikan penjelasan lebih lanjut dalam konferensi pers di kediamannya, Mar-a-Lago, Florida, pukul 11.00 waktu setempat (23.00 WIB).

Kronologi Serangan

Serangan militer AS dilaporkan terjadi pada Sabtu dini hari waktu setempat. Media lokal Venezuela menyebut sedikitnya tujuh ledakan terdengar di ibu kota Caracas.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan kepulan asap tebal di beberapa titik kota, disertai suara sirene serangan udara.

Jet-jet tempur terlihat terbang rendah, sementara listrik padam di sejumlah kawasan, termasuk bagian selatan Caracas yang dekat dengan pangkalan militer utama.

Warga Caracas dilaporkan panik dan berlarian ke jalan-jalan untuk mencari perlindungan. Beberapa rumah sakit melaporkan lonjakan pasien akibat luka ringan dan trauma.

Hingga kini, jumlah korban jiwa maupun luka-luka belum diumumkan secara resmi oleh pemerintah Venezuela.

Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil, mengecam keras tindakan AS.“Republik Bolivarian Venezuela menolak dan mengutuk agresi militer terang-terangan oleh Amerika Serikat terhadap wilayah dan rakyat kami,” tegasnya melalui unggahan di Telegram.

Presiden Maduro sendiri disebut telah memerintahkan penerapan rencana pertahanan nasional secara penuh dan mengaktifkan sistem pertahanan menyeluruh untuk merespons serangan tersebut. Maduro juga meminta rakyat Venezuela tetap bersatu menghadapi agresi asing.

Klaim Trump tentang penangkapan Maduro segera memicu reaksi internasional. Sejumlah negara di Amerika Latin menyatakan keprihatinan atas eskalasi konflik, sementara organisasi internasional menyerukan agar semua pihak menahan diri. Pengamat menilai langkah AS dapat memperburuk ketegangan geopolitik di kawasan dan berpotensi menimbulkan krisis kemanusiaan.

Kondisi WNI di Venezuela

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Venezuela dalam keadaan aman.

“Saat ini, seluruh WNI di Venezuela dilaporkan dalam keadaan aman,” tulis Kemlu melalui platform X, Sabtu (3/1).

Kemlu menambahkan bahwa Kedutaan Besar RI di Caracas terus memantau kondisi lapangan dan aktif berkoordinasi dengan perwakilan RI di kawasan Amerika Selatan.

WNI diimbau tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan menjaga komunikasi dengan KBRI.
Klaim Presiden Donald Trump tentang penangkapan Nicolas Maduro menambah ketegangan geopolitik antara AS dan Venezuela.

Ledakan besar di Caracas menimbulkan kepanikan warga, sementara pemerintah Venezuela mengecam keras agresi militer tersebut.

Di tengah situasi genting, Kemlu RI memastikan seluruh WNI di Venezuela dalam kondisi aman dan terus memantau perkembangan.

“Semua aman, tidak ada masalah dengan WNI. Kami terus berkoordinasi dengan KBRI Caracas,” tegas Kemlu RI. (ant/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#amerika serikat #donald trump #serangan militer #nicolas maduro #venezuela