RADAR SURABAYA- Kebakaran besar terjadi di sebuah panti jompo di Kota Tuzla, Bosnia-Herzegovina, pada Selasa (4/11/2025) malam.
Menurut otoritas setempat, insiden itu menewaskan sedikitnya 11 orang dan melukai lebih dari 30 orang lainnya.
Api dilaporkan mulai berkobar di lantai tujuh gedung panti jompo sekitar pukul 20.45 waktu setempat (19.45 GMT).
Puluhan penghuni dan petugas bergegas menyelamatkan diri di tengah kepulan asap tebal.
Juru bicara kepolisian Tuzla mengatakan sekitar 20 orang harus mendapatkan perawatan medis, termasuk petugas pemadam kebakaran, polisi, tenaga medis, karyawan, dan penghuni panti.
Meski penyebab kebakaran belum diketahui, Perdana Menteri Bosnia-Herzegovina, Nermin Nikšić, menyebut peristiwa itu sebagai “bencana dengan skala yang sangat besar.” Pemerintah memastikan akan melakukan penyelidikan menyeluruh setelah situasi dinyatakan aman.
Seorang penghuni panti, Ruza Kajic, menceritakan detik-detik mengerikan saat kebakaran terjadi.
“Saya tinggal di lantai tiga. Saya terbangun karena mendengar suara retakan. Ketika melihat ke luar jendela, saya melihat material terbakar jatuh dari atas.
Saya segera berlari ke lorong. Di lantai atas ada banyak penghuni yang tidak bisa bergerak dari tempat tidur,” ujarnya kepada penyiar publik BHRT.
Rekaman video dari lokasi menunjukkan api berkobar keluar dari jendela lantai atas gedung. Tim pemadam kebakaran bekerja keras memadamkan api agar tidak menjalar ke bagian lain bangunan.
Kepala panti jompo, Mirsad Bakalović, mengatakan ia mengenal semua penghuni yang terjebak dalam kebakaran tersebut. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri setelah menyaksikan langsung tragedi tersebut.
Ketua Presidium Tripartit Bosnia-Herzegovina, Željko Komšić, turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mereka yang terluka.
Sementara itu, juru bicara Pusat Klinik Universitas Tuzla melaporkan bahwa beberapa pasien sedang dirawat akibat keracunan karbon monoksida. Tiga di antaranya berada dalam perawatan intensif.
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan