Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mahkota Permaisuri Napoleon Raib dalam Aksi Pencurian Empat Menit di Louvre

Muhammad Firman Syah • Selasa, 21 Oktober 2025 | 01:03 WIB
Mahkota Permaisuri Napoleon raib dari Louvre, delapan perhiasan bersejarah digasak dalam aksi empat menit.
Mahkota Permaisuri Napoleon raib dari Louvre, delapan perhiasan bersejarah digasak dalam aksi empat menit.

Radar Surabaya – Aksi pencurian bak adegan film Hollywood mengguncang dunia seni internasional. Dalam waktu hanya empat menit, sekelompok pelaku berhasil menggasak delapan perhiasan bersejarah dari Galeri Apollo di Museum Louvre, Paris, termasuk tiara dan kalung zamrud milik istri Kaisar Napoleon I dan Napoleon III.

Kementerian Kebudayaan Prancis menyebut perhiasan yang dicuri memiliki nilai historis luar biasa karena merupakan bagian dari warisan kekaisaran Prancis. Para ahli memperkirakan nilai material batu mulia dan logamnya saja dapat mencapai ratusan miliar rupiah di pasar internasional.

Salah satu artefak paling berharga adalah mahkota Permaisuri Eugénie yang bertatahkan 1.354 berlian dan 56 zamrud. Menariknya, mahkota tersebut ditemukan di luar dinding museum, diduga terjatuh ketika pelaku berusaha melarikan diri.

Mengutip laporan Al Jazeera, delapan benda bersejarah yang raib antara lain: mahkota dari set perhiasan Ratu Marie-Amelie dan Ratu Hortense, kalung safir milik Ratu Marie-Amelie dan Ratu Hortense, satu anting dari set safir, kalung zamrud dari set Marie-Louise, sepasang anting zamrud dari set Marie-Louise, bros “reliquary”, mahkota Permaisuri Eugénie dan bros besar milik Permaisuri Eugénie.

Pakar pencurian karya seni sekaligus penulis Stealing Rembrandts, Anthony Amore, menilai nilai sejati perhiasan tersebut tidak hanya terletak pada berlian dan zamrudnya, tetapi juga pada makna sejarah dan budaya yang melekat. Ia menambahkan, jika permata dilepaskan dari set aslinya, besar kemungkinan akan dijual secara terpisah di pasar gelap, sehingga sulit dilacak.

Perampokan terjadi sekitar pukul 09.30 waktu setempat pada Minggu (19/10), ketika museum mulai dipadati pengunjung. Empat pelaku yang mengenakan rompi pekerja konstruksi memanjat ke Galeri Apollo melalui jendela menggunakan tangga elektrik yang biasa dipakai untuk memindahkan furnitur.

Dalam hitungan menit, mereka memecahkan kaca pelindung dua etalase menggunakan angle grinder, mengambil delapan perhiasan berharga, lalu kabur dengan sepeda motor besar yang sudah menunggu di luar.

Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, menyebut aksi itu sebagai operasi profesional yang terorganisasi dengan baik.

"Operasi ini hanya berlangsung empat menit. Mereka tahu persis apa yang dicari," ujarnya.

Museum Louvre segera ditutup setelah insiden terjadi dengan alasan keamanan. Pasukan bersenjata dan polisi dikerahkan untuk mengamankan area piramida kaca, menutup akses di sepanjang Sungai Seine, serta mengevakuasi ribuan wisatawan.

Presiden Emmanuel Macron mengecam peristiwa ini sebagai serangan terhadap warisan budaya Prancis. Ia menegaskan bahwa para pelaku akan diburu hingga tertangkap dan diadili.

Tim forensik kini menelusuri rekaman CCTV dan mengumpulkan bukti di lokasi kejadian. Polisi Paris masih memburu pelaku yang diduga belum meninggalkan wilayah ibu kota.

Galeri Apollo dikenal sebagai ruang megah berhias emas, tempat penyimpanan koleksi permata kerajaan Prancis, termasuk tiga berlian legendaris The Regent, The Sancy, dan The Hortensia. Koleksi di ruang ini menjadi simbol kemewahan dan kekuasaan monarki Prancis sepanjang sejarah.

Peristiwa ini mengingatkan publik pada kasus pencurian monumental tahun 1911, ketika lukisan Mona Lisa sempat hilang selama dua tahun sebelum ditemukan kembali. Namun kali ini, yang raib bukan sekadar karya seni, melainkan simbol kejayaan dan kemegahan sejarah Prancis yang tak ternilai. (gab/fir)

Editor : M Firman Syah
#mahkota #pencurian #Napoleon #perhiasan #louvre