Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Inilah Kontroversi Dibalik Produksi iPhone 17

Nurista Purnamasari • Minggu, 28 September 2025 | 03:45 WIB
Jajaran iPhone 17 yang bakal segera dirilis.
Jajaran iPhone 17 yang bakal segera dirilis.

RADAR SURABAYA - Menjelang peluncuran iPhone 17 series, sorotan tajam tertuju pada mitra produksi terbesar Apple, Foxconn. Laporan terbaru dari China Labor Watch mengungkap kondisi kerja yang tidak kondusif di fasilitas Foxconn Zhengzhou, China, yang dikenal sebagai “kota iPhone.”

Investigasi ini mencakup periode Maret hingga September 2025, saat puncak produksi berlangsung.
Dengan mempekerjakan hingga 200.000 orang, Foxconn menjadi tulang punggung produksi Apple.

Namun, laporan menyebutkan bahwa banyak pekerja menghadapi tekanan berat, termasuk lembur berlebihan, gaji yang ditahan, dan pemaksaan shift malam.

Temuan Utama Investigasi China Labor Watch

China Labor Watch menyoroti sejumlah pelanggaran hak pekerja yang terjadi selama masa produksi intensif, yakni mayoritas staf bekerja 60–75 jam per minggu, melebihi batas legal China dan standar Apple yang menetapkan maksimum 60 jam.

Selain itu, dalam laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Foxconn menunda sebagian upah hingga bulan berikutnya.

Pekerja yang mengundurkan diri sebelum batas waktu tertentu tidak menerima upah lembur mereka.

Selanjutnya yakni karyawan sementara berlebihan, dimana lebih dari 50% staf merupakan tenaga kerja sementara, lima kali lipat dari batas legal menurut hukum China.

Laporan juga menyebutkan adanya diskriminasi dalam proses perekrutan serta pelecehan dan tekanan psikologis terhadap pekerja. Beberapa pekerja dilaporkan terpapar zat kimia tanpa alat pelindung diri yang memadai.

China Labor Watch juga menyebut bahwa perwakilan Apple di lokasi mengetahui kondisi ini, meski belum ada tindakan langsung yang tercatat sebelum laporan dirilis.

Respons Apple terhadap Laporan

Menanggapi laporan tersebut, Apple menyatakan komitmennya terhadap standar tinggi dalam rantai pasokan, termasuk hak asasi manusia, keselamatan kerja, dan etika lingkungan.

“Pemasok kami diwajibkan menyediakan kondisi kerja yang aman, memperlakukan pekerja dengan hormat, dan bertindak adil serta etis,” ujar Apple dalam pernyataan resminya.

Apple juga mengonfirmasi bahwa tim mereka telah berada di lokasi dan memulai investigasi internal. Audit pihak ketiga disebut rutin dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap standar perusahaan.

Konteks Produksi dan Tekanan Musiman

Fasilitas Foxconn Zhengzhou merupakan pabrik iPhone terbesar di dunia, dengan lonjakan tenaga kerja musiman setiap menjelang peluncuran produk baru. Pesanan yang tidak stabil dan tenggat produksi ketat disebut sebagai faktor utama yang menciptakan tekanan kerja tinggi.

“Lingkungan kerja yang tidak stabil mendorong intimidasi dan tekanan terhadap pekerja,” tulis China Labor Watch dalam laporannya.

Laporan China Labor Watch membuka kembali perdebatan tentang etika produksi dalam industri teknologi global.

Meski Apple telah menyatakan komitmen terhadap hak pekerja, temuan ini menunjukkan bahwa pengawasan dan transparansi dalam rantai pasokan masih menjadi tantangan besar.

Investigasi lanjutan dan tindakan konkret dari Apple dan Foxconn akan menjadi penentu apakah standar kerja yang dijanjikan benar-benar ditegakkan. (nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#China #iphone 17 #aplle #China Labor Watch #foxconn #pekerja