RADAR SURABAYA - Sebuah tragedi kecelakaan balon udara terjadi di Negara Bagian Santa Catarina, Brasil Selatan, Minggu (22/6). Balon udara berisi 21 penumpang tersebut terbakar hingga keranjang yang mengangkut penumpang terjun dari ketinggian. Sebanyak 8 orang meninggal dunia dalam kejadian tersebut.
Dilansir dari Kantor Berita BBC, dalam tragedi ini 13 orang selamat termasuk seorang pilot balon udara. Petugas Tiago Luiz Lemos dari kantor polisi Praia Grande kepada wartawan di lokasi kejadian, mengungkapkan, menurut pilot yang menjadi salah satu korban selamat, api mulai muncul di dalam keranjang.
"Sehingga ia mulai menurunkan balon, dan ketika balon sudah sangat dekat dengan tanah, ia menyuruh orang-orang untuk melompat," ungkapnya.
"Mereka mulai melompat, tetapi beberapa orang tidak sempat. Api mulai membesar dan karena beban berat, balon kembali naik.Balon tersebut kemudian jatuh karena kehilangan daya angkat," katanya.
Adapun korban antara lain, dua pasangan, seorang ibu dan anak perempuannya, seorang dokter spesialis mata, dan seorang atlet seluncur indah.
Perusahaan balon udara, Sobrevoar Serviços Turísticos, yang mengoperasikan penerbangan tersebut, kini telah menghentikan seluruh kegiatannya untuk waktu yang belum ditentukan.
Perusahaan menyatakan bahwa mereka telah mematuhi semua peraturan yang ditetapkan oleh Anac dan tidak pernah memiliki riwayat kecelakaan sebelumnya.
"Sayangnya, meskipun semua tindakan pencegahan telah diambil dan dengan upaya dari pilot kami yang berpengalaman — yang telah mengikuti semua prosedur yang dianjurkan dan berusaha menyelamatkan seluruh penumpang — kami kini dihadapkan pada rasa duka akibat tragedi ini," tambah pihak perusahaan. (bbc/gun)
Editor : Guntur Irianto