RADAR SURABAYA - Pemerintah China menyatakan dukungannya terhadap rencana pemulihan dan rekonstruksi awal Gaza, Palestina, yang diprakarsai oleh Mesir dan negara-negara Arab lainnya.
Dukungan ini juga didukung oleh Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia. Sikap resmi China disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning.
Pada Sabtu (8/3) menteri-menteri luar negeri dari Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris menyatakan dukungan mereka terhadap rencana negara-negara Arab untuk merekonstruksi Jalur Gaza yang hancur akibat perang genosida Israel.
Rencana ini diperkirakan menelan biaya sebesar 53 miliar dolar AS (Rp865 triliun) dan bertujuan untuk mencegah pengusiran penduduk di wilayah kantong Palestina tersebut.
Mao Ning menegaskan, "Mengenai masalah Palestina, kami selalu mendukung kepentingan dan posisi negara-negara Arab dan Islam.
Kami juga berpandangan bahwa prinsip 'Palestina memerintah Palestina' harus dipatuhi dalam pemerintahan pascakonflik di Gaza.
" China ingin memastikan bahwa rakyat Palestina dapat membangun kembali tanah air mereka di wilayah mereka sendiri.
"Dalam perspektif jangka panjang, penyelesaian akhir masalah Palestina perlu kembali ke jalur yang benar dari solusi dua negara.
Kami akan terus bekerja sama dengan masyarakat internasional untuk memainkan peran konstruktif untuk tujuan ini," tambah Mao Ning.
Melalui pernyataan bersama, para menteri luar negeri Eropa menekankan bahwa rencana negara-negara Arab tersebut menawarkan rekonstruksi Gaza yang realistis serta menjanjikan perbaikan yang cepat dan berkelanjutan jika terlaksana.
"Rencana tersebut menunjukkan jalan yang realistis untuk rekonstruksi Gaza dan menjanjikan, apabila terwujud, perbaikan yang kilat dan berkelanjutan terhadap kondisi hidup yang buruk yang dihadapi warga Palestina di Gaza," sebut pernyataan bersama tersebut.
Namun, rencana yang dirancang oleh Mesir dan diadopsi oleh para pemimpin negara-negara Arab dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) darurat di Kairo pada Selasa, 4 Maret 2025, ditentang oleh Israel dan Presiden AS Donald Trump.
Sebelumnya, Presiden Trump mengusulkan agar warga Palestina dipindahkan dari Gaza, namun usulan tersebut menuai penolakan secara luas.
Rencana rekonstruksi Gaza oleh negara-negara Arab mencakup pembentukan komite administratif yang berisi teknokrat Palestina yang independen dan profesional.
Komite ini akan mengawasi bantuan kemanusiaan dan menangani urusan Gaza di bawah pengawasan Otoritas Palestina.
Dengan dukungan internasional yang semakin kuat, harapan untuk pemulihan Gaza dan perbaikan kondisi hidup warga Palestina semakin besar.
Namun, tantangan dari pihak Israel dan Amerika Serikat tetap menjadi hambatan yang perlu diatasi untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut.
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan