RADAR SURABAYA - Penyelidik Korea Selatan mengumumkan bahwa mereka hampir menyelesaikan transkrip dari perekam suara kokpit yang berasal dari kecelakaan pesawat Jeju Air yang menewaskan 179 orang pada minggu lalu.
Rekaman tersebut diharapkan memberikan petunjuk tentang kejadian yang terjadi pada penerbangan Jeju Air 2216, yang membawa 181 penumpang dan awak pesawat dari Thailand menuju Korea Selatan pada Minggu lalu.
Pesawat tersebut mendarat dalam posisi terbalik dan menghantam penghalang beton di ujung landasan pacu Bandara Muan.
Sejak kecelakaan, penyelidik dari Korea Selatan dan Amerika Serikat, termasuk perwakilan dari produsen pesawat Boeing,
telah melakukan investigasi di lokasi kecelakaan untuk mengungkap penyebab insiden ini.
Menurut Kementerian Pertanahan Korea Selatan, "Transkrip perekam suara kokpit diperkirakan akan selesai hari ini, sementara perekam data penerbangan sedang dipersiapkan untuk dianalisis lebih lanjut di Amerika Serikat.
" Selain itu, penyelidik telah menemukan mesin pesawat di lokasi kecelakaan pada minggu ini.
Meskipun penyebab pasti kecelakaan Boeing 737-800 belum diketahui, beberapa faktor potensial telah diidentifikasi, termasuk tabrakan dengan burung, kerusakan pada roda pendaratan, dan penghalang di ujung landasan pacu.
Polisi juga telah melakukan operasi pencarian dan penyitaan di Bandara Muan, kantor penerbangan regional, dan kantor Jeju Air di Seoul.
Penyelidik juga melaporkan bahwa CEO Jeju Air, Kim E-bae, telah dilarang meninggalkan negara tersebut selama proses penyelidikan berlangsung.
Menurut laporan, pilot pesawat telah memperingatkan tentang potensi tabrakan dengan burung sebelum melakukan manuver untuk menarik diri dari pendaratan pertama.
Namun, pesawat akhirnya jatuh pada upaya kedua saat roda pendaratan gagal muncul.
Video dramatis yang beredar menunjukkan pesawat menabrak penghalang beton di ujung landasan pacu sebelum terbakar.
Proses pengangkatan puing-puing pesawat dan pengembalian jenazah serta barang-barang pribadi korban yang telah diidentifikasi telah dimulai.
Beberapa barang pribadi yang ditemukan, seperti ponsel, mangga kering, dan kelapa dari Thailand, telah diserahkan kepada keluarga korban yang berduka.
Kecelakaan ini sebagian besar melibatkan wisatawan Korea Selatan yang kembali dari perjalanan akhir tahun ke Bangkok, kecuali dua penumpang asal Thailand.
Penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai penyebab kecelakaan yang tragis ini.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan