RADAR SURABAYA - Pada 30 Desember 2024, mantan Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter meninggal dunia pada usia 100 tahun, mencatatkan rekor sebagai Presiden AS dengan masa hidup terpanjang.
Carter dikenang sebagai seorang pemimpin yang tidak hanya mencatatkan sejarah politik, tetapi juga sebagai seorang tokoh yang hidup dengan nilai-nilai kasih dan kemanusiaan yang mendalam.
Dr. Tamrin Amal Tomagola, dosen FISIP Universitas Indonesia, menyatakan rasa hormatnya terhadap Carter, yang ia anggap sebagai salah satu pemimpin dunia Barat yang paling menghayati ajaran Kasih Kristiani.
"Ada dua pemimpin negara Barat yang saya kagumi dengan sepenuh respek, yaitu Jimmy Carter dan mantan Kanselir Jerman Angela Merkel, karena keduanya menjiwai dan menghayati Kasih Kristiani dalam tindakan mereka, baik saat menjabat maupun setelahnya," ujar Dr. Tomagola.
Menurutnya, Carter menunjukkan versi otentik dari Kasih Kristiani dalam seluruh kariernya, baik dalam isu kelestarian lingkungan, kebebasan otonomi perempuan, hingga kepedulian terhadap hak asasi manusia dan demokrasi.
"Carter juga sangat peduli dengan kebebasan dan pelaksanaan pemilu yang bebas dan adil di banyak negara dunia ketiga. Salah satu momen penting adalah perannya dalam mengawasi pemilu pertama Indonesia setelah Reformasi pada 1999," tambah Dr. Tomagola.
Carter, yang setelah masa jabatannya menjadi seorang aktivis sosial dan pejuang perdamaian, juga dikenal dengan komitmennya dalam melestarikan lingkungan hidup dan mendukung pemenuhan hak-hak asasi manusia di berbagai belahan dunia.
Pemikiran dan dedikasi Carter untuk nilai-nilai kemanusiaan akan terus dikenang sebagai warisan yang menginspirasi generasi mendatang. (*)
Editor : Lambertus Hurek