RADAR SURABAYA - Saat ini Stadion Gelora 10 November tidak lagi dijadikan sebagai venue penyelenggaraan pertandingan profesional yang menghadirkan banyak penonton.
Persebaya Surabaya pun menjadikan Stadion Gelora Bung Tomo sebagai home base mereka di Liga 1.
Stadion Gelora 10 November, dulunya dikenal sebagai Stadion Tambaksari, memiliki sejarah panjang dan erat kaitannya dengan Persebaya Surabaya.
Stadion ini menjadi saksi bisu perjalanan klub sepak bola kebanggaan Kota Pahlawan tersebut.
Dibangun pada awal abad ke-20, lapangan Tambaksari awalnya digunakan oleh orang-orang Belanda untuk berolahraga.
Setelah diambil alih oleh Persebaya pada tahun 1949, lapangan ini direnovasi dan diresmikan sebagai Stadion Tambaksari pada tahun 1954.
Renovasi besar-besaran juga dilakukan menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) VII tahun 1969, dan stadion ini kemudian berganti nama menjadi Gelora 10 November.
Selain menjadi markas Persebaya, stadion ini juga pernah menjadi tempat berbagai acara penting, termasuk rapat akbar masyarakat Surabaya dan perayaan hari besar keagamaan.
Lapangan Tambaksari, cikal bakal Stadion Gelora 10 November, sudah ada sejak awal abad ke-20 dan digunakan oleh orang-orang Belanda untuk berolahraga.
Pada tahun 1949, lapangan ini diambil alih oleh Persebaya dan kemudian direnovasi.
Stadion ini diresmikan dengan nama Stadion Tambaksari pada tanggal 11 September 1954 oleh Wali Kota Surabaya Moestadjab Soemowidagdo.
Jelang PON VII tahun 1969, stadion ini direnovasi dan berganti nama menjadi Stadion Gelora 10 November.
Pegiat sejarah Kota Surabaya Nur Setiawan mengatakan, Stadion Gelora 10 November menjadi markas kebanggaan Persebaya selama bertahun-tahun dan menjadi saksi bisu berbagai momen penting klub, termasuk saat menjuarai Liga Indonesia (Divisi Utama) pada tahun 2004.
“Pada tahun 2017, Persebaya mulai menggunakan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) sebagai kandang mereka, meskipun Stadion Gelora 10 November tetap menjadi tempat latihan dan memiliki nilai sejarah yang tinggi,” ungkap pria yang akrab disapa Wawan.
Stadion Gelora 10 November memiliki banyak kenangan bagi warga Surabaya dan Bonek (suporter Persebaya).
Termasuk momen-momen penting saat Persebaya berlaga di kandang, serta berbagai acara besar yang pernah digelar di stadion tersebut.
Meski demikian hingga saat ini, suporter Persebaya Surabaya, Bonek pun masih melakukan perayaan ulang tahun klub kebanggaannya di area Stadion Gelora 10 November setiap bulan Juni.
"Gelora 10 November, Persebaya dan Bonek memang tak terpisahkan, seperti gardan yang terus melaju mengarungi derasnya ombak olahraga Nasional," ujar Wawan. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa