Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berbuka dengan Takjil Segelas Susu, Simak Manfaat dan Risikonya

Muhammad Firman Syah
Segelas susu: Pilihan takjil berbuka, tetapi sebaiknya tidak diminum saat perut kosong.
Segelas susu: Pilihan takjil berbuka, tetapi sebaiknya tidak diminum saat perut kosong.

Advertisement

 RADAR SURABAYA — Sebagian orang memilih berbuka puasa dengan segelas susu karena dianggap praktis sekaligus mengenyangkan setelah seharian menahan lapar dan haus. Minuman ini juga mudah disiapkan sehingga sering dijadikan pilihan takjil sederhana. Selain itu, susu dinilai mampu membantu tubuh kembali mendapatkan energi dengan cepat.

Susu dikenal sebagai minuman yang kaya nutrisi bagi tubuh. Di dalamnya terkandung protein, kalsium, vitamin, serta berbagai mineral penting. Berbagai kandungan tersebut berperan dalam menjaga kesehatan tubuh dan membantu memenuhi kebutuhan gizi harian.

Advertisement

Kandungan protein dalam susu dapat membantu memulihkan energi tubuh setelah berpuasa. Protein juga berperan dalam memperbaiki jaringan tubuh yang rusak. Sementara itu, kalsium memiliki fungsi penting dalam menjaga kesehatan tulang dan gigi.

Selain protein dan kalsium, susu juga mengandung karbohidrat serta lemak. Kedua nutrisi tersebut membantu tubuh mendapatkan energi tambahan setelah berpuasa sepanjang hari. Dengan kandungan tersebut, susu kerap dianggap sebagai minuman yang cukup mengenyangkan.

Meski memiliki berbagai manfaat, konsumsi susu saat berbuka puasa tidak selalu dianjurkan. Terutama jika diminum ketika perut masih dalam kondisi kosong. Beberapa orang dapat mengalami gangguan pencernaan jika langsung mengonsumsi susu saat berbuka.

Minum susu secara langsung saat berbuka dapat memicu keluhan seperti perut kembung, sakit perut, hingga diare pada sebagian orang. Kondisi ini terjadi karena susu mengandung laktosa. Laktosa merupakan jenis gula alami yang cukup sulit dicerna oleh sebagian orang.

Ketika laktosa tidak dapat dicerna dengan baik, sistem pencernaan harus bekerja lebih keras. Hal tersebut dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut. Pada beberapa kasus, kondisi ini juga dapat memicu gangguan pencernaan ringan.

Selain itu, minum susu saat perut kosong juga dapat memicu naiknya asam lambung. Gejala yang muncul biasanya berupa mual, mulas, atau rasa tidak nyaman pada perut. Kondisi ini lebih berisiko bagi orang yang memiliki riwayat gangguan lambung.

Kandungan kalsium dalam susu juga diketahui dapat menghambat penyerapan zat besi jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan tertentu. Jika terjadi dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko kekurangan zat besi. Oleh karena itu, pola konsumsi susu perlu diperhatikan dengan baik.

Karena itu, berbuka puasa sebaiknya dilakukan secara bertahap. Umat Muslim dianjurkan memulai berbuka dengan air putih atau kurma. Setelah itu, barulah mengonsumsi makanan utama agar sistem pencernaan dapat beradaptasi.

Advertisement

Artikel Terkait

Tak Semua Orang Butuh Susu dalam Jumlah Sama, Begini Cara Konsumsi yang Tepat

Tak Semua Orang Butuh Susu dalam Jumlah Sama, Begini Cara Konsumsi yang Tepat

Kebutuhan konsumsi susu setiap orang berbeda-beda, tergantung usia, kondisi kesehatan, dan pola makan. Susu berfungsi sebagai pelengkap nutrisi, bukan pengganti makanan utama.

Biji Pepaya Bisa Dimakan Tapi Ada Hal yang Perlu Diwaspadai

Biji Pepaya Bisa Dimakan Tapi Ada Hal yang Perlu Diwaspadai

Biji pepaya yang biasanya dibuang ternyata dapat dikonsumsi dan mengandung berbagai senyawa. Namun, penelitian pada hewan dan laboratorium menunjukkan adanya potensi efek tertentu pada dosis tinggi. Karena bukti keamanan

Makan Terlalu Banyak Malah Bikin Ngantuk Kok Bisa

Makan Terlalu Banyak Malah Bikin Ngantuk Kok Bisa

Sering mengantuk setelah makan dalam jumlah banyak? Porsi makanan, jenis menu, waktu makan, hingga kurang tidur dapat memengaruhi munculnya rasa lelah dan kantuk setelah makan. Simak penyebab dan cara sederhana untuk men

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer