RADAR SURABAYA – Jalan yang dibangun oleh Herman Willem Daendels pada awal abad ke-19 dikenal luas dengan nama Jalan Raya Pos.
Penamaan ini tidak lepas dari keberadaan banyak pos pengiriman surat yang tersebar di sepanjang jalur tersebut.
Jalan Raya Pos ini membentang dari Anyer hingga Panarukan, menjadi salah satu proyek infrastruktur terbesar di masa pemerintahan Gubernur Jenderal Daendels di Hindia Belanda.
Sejarawan Universitas Airlangga Purnawan Basundoro mengatakan, bersamaan dengan pembangunan Jalan Raya Pos, Daendels juga mendirikan jasa pos dan telegraf.
“Daendels membeli sekitar 200 ekor kuda untuk mengangkut surat dan barang,” kata Purnawan.
Ia menjelaskan, pembelian kuda-kuda itu sekaligus menjadi penanda selesainya pembangunan proyek monumental tersebut. "Tak hanya itu, Daendels juga memperbanyak seragam dan perlengkapan pegawai pos, memberikan identitas tersendiri bagi para pengantar surat pada masa itu," paparnya.
Dalam buku History of Java karya Thomas Stamford Bingley Raffles, disebutkan bahwa Daendels membangun 12 pesanggrahan, 126 stasiun kereta, dan 51 stasiun pengganti kuda pos di sepanjang jalur pos tersebut.
"Catatan ini menunjukkan bahwa sistem transportasi dan logistik pada masa itu sudah diatur secara rapi untuk mendukung kelancaran pengiriman surat," jelas Purnawan.
Selain itu, terdapat tiga kantor pos besar yang menjadi pusat pengiriman surat, yakni di Batavia, Semarang, dan Surabaya.
Namun, hingga kini belum diketahui pasti di mana lokasi kantor pos yang didirikan oleh Daendels di Surabaya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa