RADAR SURABAYA - Stasiun trem uap Karangpilang Surabaya dahulu menjadi stasiun yang ramai dan menjadi penghubung kawasan pinggiran kota dengan tengah kota.
Stasiun Karangpilang di era kolonial berada di luaran Kota Surabaya.
Pegiat Sejarah Kereta Api Navy Eka Pattiruhu menjelaskan, kawasan Stasiun Karangpilang dahulu merupakan masih pinggiran kota.
"Makanya trem uap itu jadi penghubung antara daerah-daerah di Surabaya, dari pinggiran dia masuk ke tengah, lewat pasar, lalu jalan utama, pusat kota yang banyak perkantoran Belanda, daerah komersil Arab-Cina (Bibis-Ampel), lalu tembus ke Ujung yang pelabuhan dan daerah militer," ujarnya kepada Radar Surabaya.
Navy menjelaskan setelah dibuka transportasi trem uap rute Wonokromo-Karangpilang (Sepanjang) banyak masyarakat menggunakan transportasi tersebut.
"Ramai didominasi pedagang dari pasar Sepanjang, itu kenapa letaknya ngga jauh dari jembatan yang ke arah pasar. Itu jembatan pertama yang sudah ada sejak zaman Belanda," terangnya.
Ia menuturkan selain digunakan para pedagang dan masyarakat, trasportasi trem uap dahulu dipakai tentara atau marinir yang hendak ke Karangpilang turun melalui Stasiun Karangpilang.
"Bahkan orang-orang yang mau lihat latihan terjun payung pun naik trem ke sana," ucapnya. (rus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa