RADAR SURABAYA - Di sudut Taman Apsari, di bawah rindangnya pepohonan yang seolah menjadi saksi bisu perjalanan waktu, berdiri kokoh Arca Joko Dolog.
Banyak warga Surabaya mengenalnya hanya sebagai patung bersejarah dengan nama Joko Dolog.
Menurut Pegiat Sejarah Kota Surabaya Nur Setiawan, arca ini bukan sekadar patung biasa.
Dia mengungkapkan, arca tersebut sebenarnya merupakan perwujudan Sri Kertanegara, raja dari Kerajaan Singasari.
"Sebenarnya arca tersebut ialah arca perwujudan dari seorang tokoh kerajaan yaitu raja Singasari terakhir yang bernama Sri Kertanegara," kata pria yang akrab disapa Wawan itu.
Dia menambahkan, dalam sebuah catatan sejarah arkeologi, arca ini dibuat oleg Mpu Nada pada tahun 1289 masehi.
Konon, Arca ini dibuat sebagai bentuk dari penghormatan kepada raja Singasari terakhir tersebut yang juga mempunyai gelar spiritual Buddha Mahasobya.
"Iya, jadi ada dalam catatan sejarah arkeologi, arca ini merupakan arca pendarmaan Sri Maharajadhiraja Kertanagara Wikrama Dharmmottunggadewa. Dibangun oleh Mpu Nada sebagai bentuk penghormatan kepada raja Singasari terakhir,” jelasnya kepada Radar Surabaya.
Meski berusia lebih dari tujuh abad, Arca Joko Dolog tetap menjadi daya tarik bagi masyarakat Surabaya dan wisatawan yang memiliki minat terhadap sejarah.
Ukiran relief di tubuh arca masih terlihat jelas, mencerminkan keindahan seni arsitektur klasik pada masa Singasari.
"Selain itu di lapik arca (tatakan bawah) juga tersemat prasasti. Prasasti itu bernama prasasti Wurare yg dipahat secara rapi menggunakan aksara Jawa kuno namun menggunakan bahasa sansekerta, yang berisikan sejarah dari masa lampau," ujarnya. (bersambung/nur)
Editor : Nurista Purnamasari