RADAR SURABAYA - Hotel Flores di Surabaya, sebuah bangunan bersejarah yang menyimpan kisah menarik di balik temboknya.
Dulu, hotel ini dikenal sebagai tempat menginap favorit para turis, pejabat, dan tokoh penting.
Keberadaannya begitu istimewa, bahkan sempat dijaga ketat oleh petugas keamanan lengkap dengan kendaraan patwal.
"Kakek saya, Letnan Moch Achijat, punya pengaruh besar di Surabaya," ujar Alki Kiraamim, cucu Achijat kepada Radar Surabaya.
Hotel Flores jadi tempat pertemuan para pejuang, pejabat, dan tokoh penting.
Waktu itu, anak muda mungkin segan untuk nongkrong di sini.
Namun, setelah Achijat meninggal dunia, suasana Hotel Flores berubah.
Bangunan yang tadinya dua lantai, kini menjadi tiga lantai. Para pemuda gaul Surabaya pun mulai menjadikan hotel ini sebagai tempat nongkrong.
"Om saya, Mochtar, juga punya pengaruh di kalangan anak muda. Mungkin karena itu, Hotel Flores jadi tempat favorit mereka, anak muda," ujar Alki.
Kedekatan Mochtar dengan Sunarto Sumoprawiro yang dulu anak buah Prabowo Subianto di Kopasus, juga membuat kendaraan patwal ditempatkan di depan Hotel Flores.
"Om saya dekat dengan banyak tokoh penting. Termasuk ada motor patwal yang dulu ada di depan hotel," terangnya.
Hotel Flores kini menjadi saksi bisu perjalanan waktu, menyimpan cerita tentang Letnan Moch Achijat, para pejuang, pejabat, dan anak muda gaul Surabaya.
Hotel ini mungkin telah berubah, namun jejak sejarahnya tetap terukir di setiap sudut bangunannya. (bersambung/nur)
Editor : Nurista Purnamasari