RADAR SURABAYA - Rumah yang sekaligus menjadi Hotel Flores Surabaya milik Achijat dulunya merupakan hasil pengamanan aset di Surabaya.
Ketika itu, Achijat menjadi Komando Markas Kota Besar (KMKB) yang sekarang Korem tugasnya melakukan mengamankan aset-aset peninggalan Kolonial Belanda.
Nurmansyah menjelaskan, dulu kawasan perumahan yang ditempati merupakan rumah jabatan para petinggi pabrik di Kawasan Ngangel.
Saat mendapatkan aset kolonial Belanda tersebut, Achijat baru mendapatkan satu rumah sebelum menjadi dua rumah untuk hotel di tahun 1959.
Akhirnya, Achijat membangun Hotel Flores dengan mengubah dua rumah pribadinya di Jalan Flores 27-29 Surabaya.
Ketika itu, untuk mengubah bangunan rumah menjadi hotel, Achijat merogoh kocek dari uang pribadinya mencapai Rp 15 juta.
"Dalam membangun Hotel Flores tidak pernah menerima kredit dari pemerintah daerah satu sen pun. Uang untuk membangun hotel murni dari kantong pribadi bapak saya," ujar Nurmansyah.
Menariknya, Achijat mendesain sendiri bangunan hotel tersebut. Untuk pengerjaan desain Achijat juga terlibat langsung bersama dengan tukang kepercayaannya yang bekerja bersama Achijat selama hotel tersebut berdiri.
"Kalau menurut bapak saya waktu membangun Hotel Flores ini katanya inspirasi dari Allah SWT. Bahkan dalam mendesain bangunan Hotel Flores bapak saya tidak meniru atau menjiplak dari hotel lain yang telah ada di Surabaya," kata Nurmansyah.
Lebih lanjut dia menjelaskan, desain Hotel Flores yang dirancang oleh Achijat bertemakan Indonesia.
Hotel Flores merupakan Hotel pertama kali di Surabaya yang bertaraf internasional dengan mempunyai 10 karyawan semenjak berdiri.
"Saat itu di Surabaya belum ada hotel yang selengkap dan bertaraf internasional seperti Hotel Flores. Bahkan ketika itu tiap kamar sudah dilengkapi dengan water heater pada tiap-tiap kamar mandi,
air condisioner, pesawat telepon, intercom, radio, dan sebagian kamar sudah dilengkapi pesawat TV," tutur anak ketujuh Achijat ini.
Kini hotel tersebut telah tiada dan berganti-ganti fungsi. Bahkan usai Hotel Flores sudah tidak beroperasi lagi, pernah juga menjadi hotel namun beda kepemilikan. (bersambung/nur)
Editor : Nurista Purnamasari