RADAR SURABAYA - Batik menjadi salah satu warisan dunia dari Indonesia yang sudah diakui oleh UNESCO.
Kain batik sudah menjadi pakaian masyarakat sejak dulu di pulau Jawa khususnya.
Bahkan, hampir disetiap kota ada perajin batik. Batik dulu terbilang kain yang mahal terutama batik tulis.
Batik ini sudah ada di Surabaya sejak 1800-an. Dulu batik sudah dijual di wilayah Surabaya.
Bahkan tercatat istri HOS Tjokroaminoto, berjualan batik pada awal 1900-an. Meskipun, saat itu harga batik terbilang mahal.
"Batik tulis terbilang mahal, hanya saudagar dan bangsawan saja yang bisa memiliki kain ini," tutur Pemerhati Sejarah Surabaya Nur Setiawan.
Ia mengungkapkan, batik tulis memang relatif mahal baik dulu maupun sekarang.
Pengerjaannya yang memakan waktu dan membutuhkan keahlian khusus menjadi nilai jual yang berbeda.
Belakangan, secara corak tentu sangat berbeda dengan hasil cetak atau print.
"Kalau sekarang ada yang murah batik printing," ujarnya.
Wawan mengatakan, masyarakat zaman dulu bisa mengenakan batik yang harganya murah.
Ada batik cap yang dulu bisa dijangkau masyarakat. Biasanya digunakan ibu-ibu sebagai jarik.
Sementara kampung batik di Surabaya ia tidak mengetahui pasti. (gun/nur)
Editor : Nurista Purnamasari