Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Yuk Intip Suasana Terminal Joyoboyo Surabaya Tempo Dulu

M. Mahrus • Senin, 23 September 2024 | 13:10 WIB
Tahun 1960-an, setelah trem tak beroperasi, Stasiun Trem Wonokromo berubah fungsi menjadi Terminal Joyoboyo.
Tahun 1960-an, setelah trem tak beroperasi, Stasiun Trem Wonokromo berubah fungsi menjadi Terminal Joyoboyo.

RADAR SURABAYA - Terminal Joyoboyo, Surabaya merupakan salah satu terminal tua di Surabaya.

Terminal ini ada di Jalan Joyoboyo Nomor 1, Kelurahan Sawunggaling Wonokromo, Surabaya.

Terminal Joyoboyo sempat menjadi terminal terbesar di Jawa Timur, sebelum ada terminal Purabaya.

Jauh sebelum ada terminal Joyoboyo, kawasan Jalan Joyoboyo dekat Kebun Binatang Surabaya, merupakan Stasiun trem Wonokromo Kota.

Stasiun Wonokromo Kota pada era tahun 1930-an menjadi stasiun yang ramai dan sibuk.

Trem listrik yang melaju dari arah Stasiun Karangpilang dan Jembatan Merah akan berhenti di Stasiun Wonokromo Kota menurunkan dan menaikkan penumpang.

Bus yang mengangkut penumpang dan pekerja Oost Java Stoomtram Matschappij yang tinggal di selatan Surabaya berjajar di depan Stasiun Trem Wonokromo sekitar tahun 1930-an.
Bus yang mengangkut penumpang dan pekerja Oost Java Stoomtram Matschappij yang tinggal di selatan Surabaya berjajar di depan Stasiun Trem Wonokromo sekitar tahun 1930-an.

Dalam foto lawas tahun 1930, di halaman depan Stasiun Wonokromo kota berjajar kendaraan bus yang ada di depan stasiun.

Bus tersebut sebagai angkutan umum penjemput penumpang dan pekerja Oost Java Stoomtram Matschappij (OJS) yang tinggal di selatan Surabaya (Sidoarjo dan sekitarnya).

Adanya kendaraan bus di depan stasiun Wonokromo Kota dahulu sebagai penyambung antar transportasi dari kereta trem ke bus atau sebaliknya.

Kemudian pada tahun 1969 operasional trem listrik dihentikan. 

"Terminal Joyoboyo dibuka antara akhir tahun 1960-an hingga awal 1970-an," ujar Pegiat Sejarah Surabaya Nur Setiawan kepada Radar Surabaya.

Dijelaskan Setiawan, adanya terminal Joyoboyo akibat ditutupnya jalur trem di stasiun Wonokromo Kota tersebut.

Seiring berjalannya waktu Terminal Joyoboyo menjadi terminal sibuk di Kota Pahlawan.

"Terminal Joyoboyo dulu memiliki trayek lintas (antar) kota dan provinsi sebelum dipindah ke Bungurasih menjadi Terminal Purabaya," bebernya.

Pemerhati Sejarah yang tergabung dalam komunitas Surabaya Historical ini menambahkan, Terminal Joyoboyo dahulu bisa dibilang terminal bus terbesar di Jawa Timur.

Menurutnya, untuk terminal Joyoboyo memiliki trayek antar kota dan provinsi hingga akhir tahun 1980-an.

Stasiun Trem Wonokromo sekitar tahun 1920 dimana trem berjajar di dalam depo.
Stasiun Trem Wonokromo sekitar tahun 1920 dimana trem berjajar di dalam depo.

Setelah terminal semakin sibuk dan tidak memadai kemudian pemerintah daerah membangun terminal Purabaya di Desa Bungurasih, Waru, Sidoarjo.

Semua bus trayek luar kota dan antar provinsi masuk ke Terminal Purabaya.

Kini untuk Terminal Joyoboyo masih beroperasi dan menjadi Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) serta parkir kendaraan pengunjung KBS. Untuk bus antar kota yang masuk hanya rute Mojokerto-Joyoboyo. (rus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#terminal purabaya #Surabaya Kota Lama #terminal joyoboyo #Oost Java Stoomtram Matschappij #Stasiun Trem Wonokromo #sejarah Surabaya