RADAR SURABAYA - Letnan Moch Achijat hanya memiliki pendidikan sampai kelas II Madrasah, namun pemikirannya memang visioner dalam mengelola bisnis.
Bahkan dia juga konseptor sebelum menjalankan roda bisnis. Kegigihannya tak hanya saat melawan penjajah saja.
Dalam kehidupan sehari-hari dia pun gigih membuat bisnisnya manjadi berkembang dan maju.
Memang tidak tepat bila Achijat tidak mau disebut orang kaya baru (OKB) mengingat dia sudah kaya sebelum mempunyai Hotel Flores.
"Ya memang betul kakek saya suatu ketika pernah diwawancarai wartawan beliau dengan nada keras bahwa bukan termasuk OKB," tutur Alki Kiraamim, cucu Letnan Moch Achijat kepada Radar Surabaya.
Bahkan sampai Achijat mempunyai hotel pun, Achijat orang yang tak pernah lupa akan masa lalunya sebagai seorang veteran pejuang 45.
Tokoh-tokoh pejuang seperti Bung Tomo juga kerap singgah ke Hotel Flores hanya sekadar bercengkrama dengan Achijat.
"Semasa hidupnya kerap sekali kakek saya mengadakan silahturahmi dengan teman-temannya dulu waktu masih menjadi pejuang 45 ya hanya sekedar ngobrol di Hotel Flores," tuturnya.
Hal ini menjadikan Hotel Flores menyimpan kenangan tempo dulu. Alki juga mengaku selain sebagai tempat berkumpulnya anak muda Surabaya, hotel tersebut kerap menjadi pertemuan para pejabat.
"Ya entah apa yang dibahas yang jelas sifatnya rahasia. Tapi sering pertemuan itu dilakukan. Mungkin tempatnya aman kalau di Flores sehingga mereka menggunakan tempat ini untuk pertemuan maupun rapat," pungkasnya. (bersambung/nur)
Editor : Nurista Purnamasari