DALAM sejarah, roti In Tjwan Bo adalah jajanan yang sangat digandrungi oleh orang-orang Eropa dan Belanda yang tinggal di Surabaya. Termasuk kaum elite bumiputera.
Pemerhati Sejarah Surabaya, Nur Setiawan menjelaskan, roti ini dirintis oleh saudagar Tionghoa.
Dahulu banyak dipesan oleh restoran maupun rumah makan era kolonial, juga oleh staf pemerintahan untuk sajian rapat dan sejenisnya.
Orang-orang tua di Surabaya mengenal roti Tjwan Bo merupakan khas kuliner Kota Pahlawan yang sudah ada sejak puluhan tahun silam.
“Roti Tjwan Bo atau kini lebih familiar dengan sebutan Roti In ini sebenarnya sudah ada sejak zaman kolonia Belanda, tepatnya pada tahun 1930 an,” kata Wawan, sapaan akrabnya.
Menurutnya, di era tempo dulu letak toko Roti Tjwan Bo berada di Jalan Kaliasin atau kini menjadi Jalan Basuki Rahmat. Dulu lokasinya sangat strategis.
Menu khasnya ialah roti isi daging dan roti bergaya Eropa dengan varian bolu krenten yang terasa manis di lidah.
Selain tepung terigu, dahulu roti ini menggunakan bahan baku gandum sebagai bahan dasarnya.
Sehingga Roti Tjwan Bo di era lampau sangat khas mirip roti-roti dari daratan Eropa.
“Nah, yang membedakan roti ini dengan yang lainnya ialah isinya. Roti Tjwan Bo berisikan daging dengan campuran semacam rempah sehingga roti ini mempunyai rasa yang sangat berbeda namun lezat,” tutupnya.
Hingga saat ini Roti Tjwan Bo masih eksis dan memiliki penggemar tersendiri. Bahkan Roti Tjwan Bo memiliki beberapa toko yang tersebar di beberapa wilayah Surabaya. (jar/nur)
Editor : Jay Wijayanto