Inilah Sosok-sosok yang Mendiami
HOTEL Majapahit di Jalan Tunjungan Surabaya adalah bangunan bersejarah yang menyimpan misteri karena menjadi saksi perjuangan arek-arek Suroboyo mempertahankan kemerdekaan melawan pendudukan Belanda saat insiden perobekan bendera pada 19 September 1945.
Hotel yang banyak menyimpan misteri ini dibangun tahun 1910 oleh warga Belanda keturunan Armenia, Lucas Martin Sarkies, dan dinamakan Hotel Oranje. Hotel yang posisinya sangat strategis di tengah jantung kota Surabaya itu baru beroperasi tahun 1911.
Seiring perjalanan waktu, hotel yang kini dikelola oleh AccorHotels itu kemudian banyak berganti-ganti nama sesuai dengan peristiwa yang terjadi saat itu.
Saat Indonesia diduduki oleh Jepang, hotel ini berganti nama menjadi Hotel Yamato. Lalu saat Indonesia memproklamirkan kemedekaan tanggal 17 Agustus 1945, hotel ini sempat berganti nama menjadi Hotel Merdeka.
Kini, hotel ini disulap menjadi hotel bintang lima dengan gaya arsitektur unik dan vintage ala kolonial dengan nama Hotel Majapahit.
Namun masa lalu yang dialami gedung ini dan peristiwa-peristiwa bersejarah di dalamnya menciptakan kisah mistis tersendiri yang seakan masih membekas dan melekat di bangunan ini.
Maklum saja, selain menjadi tempat pertumpahan darah para pemuda di Surabaya, hotel ini juga sempat dijadikan sebagai penjara bagi kaum wanita dan anak-anak Belanda, sebelum mereka dikirim oleh militer Jepang ke kamp tahanan di Jawa Tengah.
Ada beberapa larangan yang diberlakukan dan dipercaya terkait dengan sosok warga Belanda yang pernah menyinggahi hotel ini.
Seperti larangan berjalan di koridor pada malam hari. Hal ini karena konon akan muncul penampakan orang-orang Belanda berpakaian putih-putih yang sedang berpesta dansa dan bir.
Cerita lain seperti di lobby, sering muncul penampakan anak-anak Belanda keluyuran di teras.
Lalu di area restoran, terdapat sosok noni Belanda yang sering lewat dengan mengenakan gaun putih dan kepala serong ke kiri.
Yang paling mengerikan adalah sosok kepala tanpa tubuh yang sering muncul dan menakuti orang-orang di area kolam renang.
Percaya tak percaya, demikianlah cerita-cerita mistis yang melegenda di Hotel Majapahit. (mg2/rei/jay)
Editor : Jay Wijayanto