Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pabrik Kulit Wonocolo Didirikan di Akhir Abad 19, Saksi Bisu Pembantaian Tapol eks-PKI

Fajar Yuliyanto • Selasa, 12 September 2023 | 19:29 WIB
JEJAK KEJAYAAN: Pabrik Kulit Wonocolo sudah berdiri sejak akhir abad 19-an dan mulai tutup tahun 1990-an. (ISTIMEWA)
JEJAK KEJAYAAN: Pabrik Kulit Wonocolo sudah berdiri sejak akhir abad 19-an dan mulai tutup tahun 1990-an. (ISTIMEWA)

SURABAYA - Kota Surabaya adalah Kota Pahlawan atau Metropolitan tetapi tidak lepas dari tempat-tempat bersejarah. Misalnya pabrik kulit Wonocolo Surabaya sudah ada sejak era Hindia Belanda.

Pegiat Sejarah Surabaya, Nur Setiawan menjelaskan, tak ada catatan resmi dalam negeri kapan pabrik kulit Wonocolo Surabaya mulai berdiri. Namun menurut cerita tutur warga lawas kampung Wonocolo, pabrik kulit ini sudah ada sejak akhir abad 19.

"Jika melihat dokumentasi era Hindia Belanda, pabrik kulit ini terdokumentasi pada aerial foto (foto udara) tahun 1928. Luas dan kokoh pabrik kulit Wonocolo yang terdiri dari bangunan bertembok tergambar jelas dalam dokumentasi foto tersebut, menandakan bahwa saat itu pabrik kulit Wonocolo memang berkembang pesat," kata Setiawan.

Lebih lanjut, saat era kolonial, selain cara tradisional, pabrik kulit Wonocolo menyamak bahan baku kulit juga menggunakan mesin-mesin modern.

Para pekerjanya pun sebagian besar orang-orang bumiputera. Untuk bahan yang digunakan tidak lain dari kulit hewan seperti sapi, kambing, domba hingga kuda.

"Kulit-kulit tadi diproses sedemikian rupa sehingga menjadi lembaran yang kemudian bahan tadi diperuntukkan sebagai material pembuatan tas, sepatu, pakaian, perabot rumah tangga dan lain sebagainya," terangnya.

Namun, menurut jurnal dan temuan YPKP 65, ternyata pasca peristiwa Gestok Tahun 1965. Di tempat ini, di salah satu sudut pabrik kulit Wonocolo pernah dijadikan tempat eksekusi tapol, tercatat ada lebih dari 50 orang yang meregang nyawa di area ini.

Dari peristiwa tersebut, muncul isu yang kurang sedap, peristiwa kelam tadi sering dikaitkan dengan kejadian-kejadian mistis, hingga menimbulkan asumsi liar di kalangan masyarakat sampai memunculkan kesan horor di pabrik kulit Wonocolo.

Kemudian di tahun 1980-an, sayup-sayup pabrik kulit Wonocolo masih beroperasi. Namun operasional pabrik tersebut telah mengalami kerja sama dengan perusahaan swasta lain, yang bergerak di bidang yang sama yaitu produksi penyamakan kulit.

"Lalu di tahun 1990-an, pabrik kulit Wonocolo dinyatakan tutup dan kosong hingga beberapa tahun lamanya," tuturnya.

Kini bekas lahan pabrik kulit Wonocolo berdiri gedung milik salah satu perguruan tinggi ternama di Kota Pahlawan. (jar/nur)

Editor : Jay Wijayanto
#pabrik kulit #Pegiat Sejarah Surabaya #Wonocolo Pabrik Kulit