Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Rumah Loji Pertama di Tunjungan Didirikan Perkumpulan Freemason pada 1809

M. Mahrus • Kamis, 3 Agustus 2023 | 00:38 WIB
BESAR DAN MEGAH: Salah satu rumah loji lawas yang tersisa di Surabaya. (MAHRUS/RADAR SURABAYA)
BESAR DAN MEGAH: Salah satu rumah loji lawas yang tersisa di Surabaya. (MAHRUS/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Keberadaan rumah loji di Surabaya masih banyak dijumpai. Terutama di kawasan Surabaya Utara yang dahulu menjadi kawasan Kota Lama Surabaya. Selain itu beberapa juga bisa dijumpai di sekitar Kota Atas.

Pegiat Sejarah Surabaya Nur Setiawan mengatakan, loji itu secara awam sebutan untuk rumah atau bangunan berarsitektur kolonial (Eropa) di Indonesia. "Tapi ada istilah loji (lodge) yang memang sebagai ruang pertemuan bagi kelompok teosofi Freemason," ungkapnya.

Ia menambahkan, salah satu loji yang ada di Surabaya adalah bangunan tua di Jalan Tunjungan yang lokasinya berada di seberang Hotel Majapahit. "Iya di situ loji yang digunakan pertemuan sebuah organisasi kuno," sebutnya.

Sementara itu, Sejarawan Universitas Airlangga Adrian Perkasa menuturkan, loji pertama di Surabaya ada di gedung yang kini sebagai kantor BPN di Jalan Tunjungan. "Nggeh betul. Itu loji pertama," ungkapnya.

Gedung tua tersebut dibangun pada masa Veerenigde Oostindische Compagnie (VOC) pada tahun 1809. Namun proses pendirian sudah dimulai pada tahun 1798.

Pustakawan Universitas Ciputra Chrisyandi Tri Kartika menyebutkan, untuk loji adalah sebutan bangunan gedung besar yang dibangun era kolonial bergaya arsitektur Eropa yang dipakai perkumpulan rahasia.

"Tidak semua bangunan layak disebut loji. Awal mula loji ya gedung yang dipakai oleh perkumpulan-perkumpulan rahasia seperti mason (Freemason) salah satunya itu (Loge De Vriendschap)," bebernya.

Belakangan, lanjut Chrisyandi, sebutan rumah loji dipakai orang-orang untuk menyebut bangunan rumah besar peninggalan era kolonial yang masih tersisa. (rus/nur)

Editor : Jay Wijayanto
#bangunan arsitektur #pegiat sejarah #surabaya utara #sejarah Surabaya #Rumah Loji