"Menurut Von Faber, dibukanya jaringan kereta api ini untuk mendukung percepatan komunikasi dan transportasi barang, yang sebelumnya menggunakan kereta kuda. Hadir dalam peresmian jalur kereta api Surabaya Kota dan Pasuruan adalah Gubernur Jendral Hindia Belanda, J.W. van Lansberg dan istri," ujar Ketua Komunitas Begandring Soerabaia, Nanang Purwono.
Nanang mengatakan, kala itu stasiun Surabaya Kota bertempat di Bibis, dekat sungai Kalimas. Ketika mulai dibangun, proyek besar itu harus membongkar sistem pertahanan (tembok benteng) Kota Surabaya. Selain membongkar gundukan tanah, juga harus menguruk cekungan tanah yang sebelumnya merupakan model pertahanan kota.
"Sebetulnya sebelum pemerintah membuka jalur kereta api Surabaya-Pasuruan sebagai awal untuk mengoneksikan Surabaya dengan Batavia, ternyata sudah ada perusahaan kereta api swasta, Nederlands Indisch Spoorwegen Maatschappij (NISM) yang membuka jaringan kereta api dengan menghubungkan Semarang dan Kemijen," terangnya.
Pada penghujung abad 19, stasiun Surabaya Kota dikembangkan dan dibangun lagi stasiun baru (1898) di sebelah timurnya stasiun lama (1875). Dengan hadirnya gedung stasiun yang baru (1898), maka stasiun lama (1875) secara bertahap dibongkar. (mus/nur) Editor : Administrator