Dari cerita tutur yang beredar di lokasi, Mbah Singo merupakan babat alas kampung tua Surabaya ini. Adapun versi lain, Mbah Singo merupakan seorang ulama yang mensyiarkan Islam di wilayah tersebut.
Pegiat Sejarah Surabaya Nur Setiawan mengungkapkan, ada cerita jika Mbah Singo merupakan penduduk asli Peneleh dan tokoh yang babat alas pertama di lokasi tersebut bersama keluarga dan pengikutnya. Hingga akhirnya kampung Peneleh menjadi perkampungan. "Ini cerita tutur yang berkembang. Namun, ada juga yang menyebutkan Mbah Singo adalah ulama," ujarnya.
Nur Setiawan menceritakan, cerita tutur tentang Mbah Singo terkait syiar agama Islam. Mbah Singo adalah seorang ulama yang mensyiarkan agama di sekitar Peneleh. Ia membawa beberapa muridnya dan keluar masuk kampung untuk mensyiarkan agama Islam.
Konon, Mbah Singo adalah pengurus Masjid Jami yang berada di Peneleh V. "Karena jasanya ini tidak ada yang berani memindahkan makam tersebut. Ini sebagai penghormatan karena jasa beliau. Namun, hingga kini belum terlacak siapa keluarga Mbah Singo," ujarnya. (gun/nur) Editor : Administrator