Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dinoyo, Jalan Antarkota Tertua di Surabaya yang Jadi Barak Kavaleri

Administrator • Rabu, 24 Agustus 2022 | 15:44 WIB
SEJAK ERA KERAJAAN MAJAPAHIT: Gambaran Jalan Dinoyo dalam sebuah kartu pos tahun 1914. (ISTIMEWA)
SEJAK ERA KERAJAAN MAJAPAHIT: Gambaran Jalan Dinoyo dalam sebuah kartu pos tahun 1914. (ISTIMEWA)
JALAN Dinoyo adalah jalan antarkota tertua di Surabaya. Inisiator perkumpulan Begandring Soerabaia, Kuncarsono Prasetyo mengatakan, sejak tahun 1809-1811, Gubernur Hindia Belanda Willem Herman Daendels membangun jalur pos yang menghubungkan Anyer-Panarukan. Jalan itu melalui desa Dinoyo dan Gunungsari adalah percabangannya. Sehingga dua jalan ini satu rangkaian.

"Kita bayangkan rute jalur Daendels itu dari dalam kota kawasan Jembatan Merah, jalur jalan kuno menuju selatan melewati Gemblongan, Toendjoengan, Kaliasin, Desa Keputran, Desa Groedo, Desa Ketampon, Desa Denojo (Dinoyo), Desa Darmorejo, Desa Pandjoenan (terminal Joyoboyo)," kata Kuncarsono.

Lebih lanjut Kuncarsono menjelaskan, untuk Jalan Diyono sudah ada sebelum jalan tersebut dibangun. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya makam keramat yang disebut mbah Cagak Joyo Prawiro Dinoyo. Keturunannya masih banyak di daerah ini.

Sosok Mbah Cagak Joyo dari mulut ke mulut diyakini adalah perwira perang masa akhir kerajaan Majapahit. Masih satu rangkaian dengan sejarah Sunan Bungkul yang makamnya juga tidak jauh dari situ. "Maka Dinoyo sudah ada pada periode Sunan Ampel, pada tahun 1400-an," jelasnya.

Kemudian seorang Mayor Inggris bernama William Thorn pasca kemenangan Inggris atas Belanda pada tahun 1811 mengunjungi Surabaya. Mereka membangun markas militer Divisi Timur bernama kompleks De Noto, berjarak empat mil dari Kota Surabaya dan dekat sungai. Rendahnya tanah serta hutan di dekatnya membuat kawasan ini sangat tak sehat dan saat memasuki musim hujan tak bisa ditinggali, air sungai meluap membanjiri kompleks itu.

"Jadi kawasan Dinoyo pernah menjadi barak kavaleri yang kemudian dipindahkan ke Chinese Buitenweg. Kawasan gedung kantor dan tempat tinggal pasukan militer sekarang bernama Dinoyo Tangsi, kawasan lapangan latihan menyisakan nama Dinoyo Alun-Alun," tutupnya. (jar/nur) Editor : Administrator
#Jalan Antarkota Tertua #jalan daendels #Jalan Dinoyo #sejarah Surabaya