Pegiat Sejarah Surabaya Nur Satriawan mengungkapkan, stasiun tersebut sudah dijadikan sebagai bengkel dan tempat lokomotif yang sudah tidak bisa jalan. Ini sudah ada sejak zaman Belanda dulu. "Stasiun ini memang dulunya khusus untuk perbaikan dan perawatan kereta api, baik dari lokomotif hingga gerbongnya. Sampai sekarang masih dioperasikan," ujarnya.
Sementara itu, Manajer Humas Daops 8 Surabaya Luqman Arif mengungkapkan, stasiun Sidotopo saat ini sudah menjadi kawasan stasiun. Selain menjadi stasiun pengiriman barang, bengkel kereta api tetap ada di sana. Bahkan ada kantor telekomunikasi, klinik, hingga tempat untuk masinis.
Ini yang membuat kawasan ini menjadi kawasan yang terbatas untuk masyarakat umum. "Semua terintegrasi di sana. Tidak hanya untuk lokomotif yang rusak. Lokomotif khusus untuk perbaikan rel dan peralatannya juga ada di sana," ujarnya. (gun/nur) Editor : Lambertus Hurek