Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Depo Kereta Api Sidotopo Sudah Ada Sejak Zaman Belanda

Lambertus Hurek • Kamis, 31 Maret 2022 | 03:25 WIB
KAWASAN TERBATAS: Depo kereta api Sidotopo tak hanya sebagai bengkel kereta, tapi gudang bagi lokomotif maupun gerbong yang tak terpakai hingga lokomotif khusus perbaikan rel. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
KAWASAN TERBATAS: Depo kereta api Sidotopo tak hanya sebagai bengkel kereta, tapi gudang bagi lokomotif maupun gerbong yang tak terpakai hingga lokomotif khusus perbaikan rel. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Stasiun Kereta Api (KA) Sidotopo Surabaya menjadi tempat berlabuhnya gerbong atau lokomotif di wilayah Daops 8 Surabaya. Bisa dibilang, tempat peristirahatan lokomotif yang rusak dan gerbong yang tak layak berada di stasiun ini. Kereta api ini datang dengan masalah kerusakan, keluar dari stasiun semua lokomotif layak jalan.

Pegiat Sejarah Surabaya Nur Satriawan mengungkapkan, stasiun tersebut sudah dijadikan sebagai bengkel dan tempat lokomotif yang sudah tidak bisa jalan. Ini sudah ada sejak zaman Belanda dulu. "Stasiun ini memang dulunya khusus untuk perbaikan dan perawatan kereta api, baik dari lokomotif hingga gerbongnya. Sampai sekarang masih dioperasikan," ujarnya.

Sementara itu, Manajer Humas Daops 8 Surabaya Luqman Arif mengungkapkan, stasiun Sidotopo saat ini sudah menjadi kawasan stasiun. Selain menjadi stasiun pengiriman barang, bengkel kereta api tetap ada di sana. Bahkan ada kantor telekomunikasi, klinik, hingga tempat untuk masinis.

Ini yang membuat kawasan ini menjadi kawasan yang terbatas untuk masyarakat umum. "Semua terintegrasi di sana. Tidak hanya untuk lokomotif yang rusak. Lokomotif khusus untuk perbaikan rel dan peralatannya juga ada di sana," ujarnya. (gun/nur) Editor : Lambertus Hurek
#sejarah depo KA di surabaya #stasiun sidotopo zaman belanda #depo KA sidotopo