Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

RSUD dr Soetomo Dibangun 1938 sebagai CBZ Baru

Lambertus Hurek • Jumat, 11 Februari 2022 | 12:45 WIB
Kondisi RSUD dr Soetomo tempo doeloe di kawasan Karang Menjangan, Surabaya. (IST)
Kondisi RSUD dr Soetomo tempo doeloe di kawasan Karang Menjangan, Surabaya. (IST)
SURABAYA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya merupakan salah satu rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Rumah sakit ini dibangun pada 29 Oktober tahun 1938 sebagai New Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting (New CBZ) atau rumah sakit pada masa pemerintah Hindia Belanda, untuk membantu CBZ Simpang.

RSUD Dr Soetomo menjadi RS pendidikan untuk mahasiswa kedokteran Nederlandsch Indische Arstsen School (NIAS), selain berfungsi pelayanan kesehatan masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Pada tahun 1943-1945, rumah sakit yang dikenal dengan nama RS Karang Menjangan dijadikan Rumah Sakit Angkatan Darat. Pada tahun 1945, rumah sakit tersebut kembali dikuasai Belanda hingga tahun 1949. Saat itu nama RS Angkatan Darat diganti dengan nama Marine Hospitaal (RS AL Belanda).

RS tersebut kembali berubah menjadi Roemah Sakit Oemoem Soerabaya dan di bawah Departemen Kesehatan RI, rumah sakit diganti nama menjadi Rumah Sakit Umum (RSU) Pusat.

Pada tahun 1951-1954, RS Simpang pindah ke Karang Menjangan. Namun untuk pelayanan bedah akut tetap dilayani di RS Simpang. Berdasarkan SK. Menkes RI. 20 Mei 1964 No.26769/KAB/76. RSUP Surabaya menjadi RS Dr Soetomo dan berdasarkan PP. No.4 Tahun 1965, penyelenggaraan RSUP Dr. Soetomo diserahkan kepada Pemda Tingkat I Jawa Timur.

Direktur RSUD Dr Soetomo Dr Joni Wahyuhadi mengatakan, pada tahun 1979, SK Menkes menetapkan RSU Daerah DR. Soetomo sebagai RS Kelas A dan dikenal sebagai Rumah Sakit Pelayanan, Pendidikan dan Penelitian, Rumah Sakit Pusat Rujukan Wilayah Indonesia Timur (Top Referal), dan Rumah Sakit terbesar di wilayah Indonesia bagian timur.

Kemudian RS Simpang dijual lalu menjadi Plaza Surabaya dan semua pelayanan dijadikan satu di RSUD Dr Soetomo. Pada tahun 2002, Perda Provinsi Jatim menetapkan perubahan nama menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Dr Soetomo. Saat ini RSUD Dr Soetomo menempati lahan seluas 16.6061 hektare.

“Selain itu, RSUD Dr Soetomo berlanjut sebagai RS pendidikan bagi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) selain untuk pelayanan kesehatan masyarakat Surabaya dan Jatim, bahkan pusat rujukan nasional,” pungkasnya. (mus/nur) Editor : Lambertus Hurek
#RS Karang Menjangan #RS Pendidikan Surabaya #CBZ rumah sakit Belanda #RS Simpang Surabaya #sejarah RSUD dr Soetomo