Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Masjid Tertua di Kota Surabaya Dibangun Sunan Ampel Tahun 1430 M

Lambertus Hurek • Sabtu, 30 Oktober 2021 | 04:42 WIB
Photo
Photo
SURABAYA - Masjid Al Akbar dan Masjid Ampel sangat terkenal di Surabaya. Namun tahukah dimana masjid tertua atau pertama dibangun di Surabaya? Masjid Jami Peneleh yang ada di Jalan Peneleh V, Kelurahan Peneleh, Genteng, merupakan salah satu masjid tertua di Kota Surabaya. Masjid ini dibangun oleh Raden Rahmat atau Sunan Ampel sekitar tahun 1430 Masehi.

Ketua Takmir Masjid Peneleh Sufyan mengatakan, keberadaan masjid Peneleh tidak terlepas dari peran Sunan Ampel. Saat itu ceritanya, Sunan Ampel baru saja mengunjungi Kerajaan Majapahit.

Sepulang dari Majapahit, atas jasanya membantu kerajaan, Sunan Ampel mendapatkan hadiah tanah di kawasan Ampel Denta. Sunan Ampel lalu menempuh perjalanan darat dari Trowulan, Mojokerto menyusuri sungai Brantas menuju Ampel Denta.

Ketika sampai di Surabaya, Sunan Ampel sempat singgah di Kembang Kuning. Di lokasi tersebut, Sunan Ampel bertemu dengan Ki Wirosuroyo atau dikenal Ki Bang Kuning. Di Kembang Kuning, Sunan Ampel membangun musala hanya waktu semalam.

"Dari Kembang Kuning Raden Rachmat melanjutkan perjalanan. Ketika sampai di Peneleh beliau berhenti di sisi timur sungai Kalimas," ujar Sufyan kepada Radar Surabaya.

Sunan Ampel berhenti, lantaran melihat di kawasan Peneleh sudah ada komunitas masyarakat muslim yang mendiami kawasan itu. Mereka terdiri dari umat Islam, Hindu, Budha, penganut kepercayaan animisme dan dinamisme.

Saking penasarannya, Sunan Ampel sempat tinggal cukup lama di Peneleh. Bahkan dia juga ikut adu ayam atau sabung ayam dengan penduduk sekitar. Ayam Jago Sunan Ampel selalu menang saat diadu. Kemudian, masyarakat penasaran dan bertanya apa rahasia ayam jago Sunan Ampel selalu menang.

Dari situ kemudian Sunan Ampel mulai mengenalkan ajaran Islam kepada warga sekitar. Bahwa dengan doa, dan kehendak Allah semua bisa terjadi. "Lalu Sunan Ampel mengajak masyarakat setempat berkumpul, dan mengenalkan Islam di Peneleh. Tempat tersebut kemudian dibangun masjid dan menjadi Masjid Peneleh," bebernya.

Masjid Peneleh memiliki keunikan tersendiri. Sebab, bila diamati dari atas bentuk atapnya seperti perahu terbalik menghadap kiblat. Di bagian dalam masjid yang memiliki luas 950 meter persegi itu memiliki 10 tiang utama atau soko guru yang terbuat dari kayu jati. Tiang tersebut melambangkan 10 malaikat Allah. (rus/nur) Editor : Lambertus Hurek
#raden rachmat sunan ampel bangun masjid #sunan ampel singgah kembang kuning #Masjid Jami Peneleh dibangun Sunan Ampel 1430 M #masjid tertua di surabaya