Untuk membuat tugu ini, Pakde Karwo sapaan akrab Soekarwo, menggandeng seniman pembuat mega patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) I Nyoman Nuarta. Tugu ini didirikan atas instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.
"Tugu ini merupakan simbol yang berisi pesan kepada masyarakat jika Jatim berhasil meraih anugerah Parasamya di tingkat nasional. Terlebih, Jatim secara berturut-turut pernah menjadi provinsi dengan nilai terbaik di antara provinsi lain," jelasnya.
Pakde Karwo berharap dengan adanya tugu ini dapat mengingatkan masyarakat terkait prestasi Jatim, sehingga dapat terus bahu-membahu dalam menjaga kebudayaan dan meningkatkan perekonomian. "Itu simbolik, itu kan kalau pidato kan hilang. Kalau tulisan dan katanya pepatah Yunani tulisan dan bentuk bangunan yang tidak hilang," jelasnya.
Sementara itu Sejarawan Kota Surabaya Purnawan Basundoro mengatakan, esuai namanya, Tugu Kilometer Nol Surabaya didirikan sebagai penanda geografis titik awal Kota Surabaya. Tugu titik nol kilometer juga merupakan penanda tempat dan jarak.
"Titik nol tidak hanya penting sebagai untuk mengukur tingkat keluasan wilayah, tapi juga untuk keperluan pengembangan sistem jaringan kota. Di samping itu, titik nol juga berfungsi sebagai titik pengikat dalam pemetaan dan penataan kota," katanya.
Menurutnya, titik nol suatu daerah ditetapkan melalui beberapa cara. Antara lain, lewat kesepakatan yang diambil oleh pejabat pemerintah daerah setempat. Keberadaan titik nol kadang tidak bisa dilepaskan dari sisi historis yang melekat pada suatu daerah.
"Jadi kalau Pakde Karwo membangun Tugu Parasamya saya rasa tidak masalah, karena mungkin tujuannya sebagai ikon daerah. Dan ini juga ada di Yogyakarta," pungkasnya. (mus/nur/jay) Editor : Administrator