Wisuda ke-123 Unesa Diikuti 9 Mahasiswa dari Thailand, Sudan, dan China

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:33 WIB
Wisuda ke-123 Unesa yang juga diikuti sembilan mahasiswa asing. (Rahmat Sudrajat)
Wisuda ke-123 Unesa yang juga diikuti sembilan mahasiswa asing. (Rahmat Sudrajat)

RADAR SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mewisuda sembilan mahasiswa asing dari Thailand, Sudan, dan China dalam Wisuda ke-123 di Graha Unesa, Selasa (27/10).

Para lulusan tersebut berasal dari program sarjana dan magister, dengan pengalaman akademis serta latar belakang yang berbeda.

Wisuda ke-123 Unesa untuk lulusan sarjana terapan, sarjana, magister, dan doktor itu mengusung tema “Wisudawan Unesa Progresif, Inovatif, dan Kontributif untuk Indonesia Emas 2045”.

Rektor Unesa Prof. Dr Nurhasan, M.Kes secara resmi membuka prosesi wisuda.

Nurhasan mengatakan, tema tersebut mencerminkan komitmen Unesa untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mampu berinovasi dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Setiap wisudawan dapat terus belajar, membangun jejaring, dan mengembangkan gagasan-gagasan baru yang dapat membantu pembangunan nasional menuju tahun 2045,” tuturnya.

Baca Juga: Industri Rokok Jatim Terjepit Downtrading dan Rokok Ilegal

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua, dosen, dan tenaga kependidikan yang telah mendukung para mahasiswa hingga menyelesaikan pendidikan.

Mahasiswa Thailand Sempat Alami Kejutan Budaya

Salah satu lulusan asing yang mengikuti Wisuda ke-123 Unesa adalah Fameela Lateh, lulusan S-1 Pendidikan Bahasa Inggris asal Thailand. Ia menyelesaikan pendidikan melalui program beasiswa.

Fameela memilih Indonesia karena letaknya berdekatan dengan negara asalnya. Namun, ia mengaku sempat mengalami kejutan budaya ketika pertama kali tinggal di Indonesia.

“Saya kira di Indonesia juga menggunakan bahasa Melayu, tetapi ternyata banyak yang menggunakan bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Saya membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk bisa berkomunikasi,” ujarnya.

Sebelum berangkat, Fameela mengaku mendapat cerita dari orang-orang di Thailand yang membuatnya khawatir tentang Indonesia. Pengalaman setelah tiba di Tanah Air justru memberikan kesan berbeda.

Ia merasa senang melihat lingkungan kampus Unesa yang luas. Selain itu, keramahan masyarakat dan dukungan pihak kampus membuatnya merasa aman selama menjalani pendidikan.

“Orang-orang di sini juga baik. Pihak kampus bahkan menjemput saya di bandara. Saya memberi tahu keluarga bahwa saya aman di sini,” katanya.

Baca Juga: Semangat Sumpah Pemuda, Gelar Pameran Lukisan Lintas Agama di Gedung Widya Kartika, Dukuh Kupang Tim

Momen wisuda tersebut terasa istimewa karena dihadiri tiga anggota keluarganya, yakni ibu, adik, dan keponakannya.

Lulusan Asal Sudan Kembangkan Gagasan Berbasis AI

Mahasiswa asing lainnya adalah Yusra Ali Idris, lulusan S-2 Manajemen asal Sudan. Ia mengembangkan gagasan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau

artificial intelligence(AI) dan identitas merek untuk membantu masyarakat Sudan bertahan hidup setelah kehilangan harta benda dan modal usaha akibat perang.

Gagasan tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat membangun kembali kemampuan ekonomi di tengah situasi pascaperang.

Yusra juga berencana melanjutkan studi di Onati ESEG. Selama menempuh pendidikan di Unesa, ia mengaku merasa nyaman dengan dukungan para dosen.

Enam Lulusan China dari Magister Manajemen Pendidikan

Selain Fameela dan Yusra, enam mahasiswa asal China turut diwisuda dari program S-2 Manajemen Pendidikan.

 Mereka adalah Tan Shiyi, Liang Baihan, Huang Kuidong, Li Xingyin, Gui Sijie, dan Gui Simei.

Kehadiran sembilan lulusan asing dari tiga negara tersebut menunjukkan keberagaman mahasiswa yang menempuh pendidikan di Unesa.

Melalui Wisuda ke-123, Unesa juga menegaskan harapan agar para lulusan terus mengembangkan kompetensi, menghasilkan inovasi, serta berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan di negara masing-masing.(rmt) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Universitas Negeri Surabaya UNESA wisuda