Dindik Jatim Siapkan Tracer Study, Ukur Dampak Pelatihan Siswa Vokasi

Mus Purmadani • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 18:17 WIB
DUKUNGAN: Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai saat melihat langsung tracer study untuk peningkatan kompetensi vokasi.(IST/RADAR SURABAYA)
DUKUNGAN: Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai saat melihat langsung tracer study untuk peningkatan kompetensi vokasi.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur (Jatim) akan melakukan tracer study terhadap siswa yang mengikuti program pelatihan peningkatan kompetensi vokasi di UPT Pengembangan Teknis dan Keterampilan Kejuruan (PTKK). Langkah tersebut dilakukan untuk mengukur sejauh mana pelatihan memberikan dampak terhadap kompetensi dan kesiapan siswa sebelum memasuki dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA).

Tracer study akan dilakukan setelah pelaksanaan pelatihan angkatan terakhir tahun 2026 yang berlangsung pada 13-19 September 2026. Pada angkatan tersebut, sebanyak 60 siswa dari sejumlah Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Jatim mengikuti pelatihan dalam empat konsentrasi keahlian, yakni Teknik Pendingin dan Tata Udara (TPTU), tata kecantikan, tata busana, dan tata boga.

Selama sepekan, para siswa mendapatkan pembelajaran yang lebih banyak menitikberatkan pada praktik dengan didampingi tenaga ahli dari unsur DUDIKA serta dosen perguruan tinggi negeri (PTN).

Baca Juga: 163 Jukir di Surabaya Enggan Perpanjang KTA, Ada yang Terpapar Narkoba

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, mengatakan pelatihan tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi siswa karena materi yang diberikan tidak hanya berbasis teori, tetapi juga praktik langsung menggunakan peralatan dan menghadapi persoalan yang ditemui di dunia kerja.

"Setelah saya ngobrol dengan mereka di tiap konsentrasi keahlian, siswa mengaku senang mengikuti pelatihan karena lebih banyak praktik dibanding teori. Antara teori yang didapatkan jauh berbeda dengan praktik," ujar Aries, Minggu (20/9). 

Menurut Aries, keterlibatan instruktur dari DUDIKA dan PTN membuat materi pelatihan lebih implementatif. Siswa tidak sekadar memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga dilatih menyelesaikan persoalan teknis yang membutuhkan keterampilan dan kemampuan problem solving.

Baca Juga: Kasus Influenza Anak Meningkat di Surabaya, Rumah Sakit Mulai Menambah Ruang Perawatan

Karena itu, Aries berharap program pelatihan dapat kembali diperluas melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK), sehingga lebih banyak siswa yang belum pernah mengikuti pelatihan dapat memperoleh kesempatan yang sama.

"Selain pelaksanaan pelatihan yang ditambah, saya juga berharap perangkat yang dimiliki UPT PTKK semakin di-upgrade. Sebab, beberapa siswa mengaku baru menggunakan alat yang cukup canggih dibandingkan dengan sekolahnya," jelasnya.

Aries menegaskan, pelatihan tidak boleh berhenti pada kegiatan selama sepekan. Dindik Jatim ingin memastikan kompetensi yang diperoleh siswa benar-benar memberikan dampak ketika mereka kembali ke sekolah maupun saat memasuki DUDIKA.

"Kita berharapnya jangan bulan September ini berakhir. Karena masih tersisa tiga bulan. Ya sampai selesailah. Dan sedang saya obrolkan ke Pak Sekretaris untuk ada penambahan anggaran pelatihan siswa di UPT PTKK," tegasnya.

Baca Juga: Keluarga Korban KM Virgo Transport 8 Masih Menanti di Tanjung Perak

Selain mengukur dampak pelatihan, Dindik Jatim juga memproyeksikan UPT PTKK sebagai laboratorium pembinaan siswa untuk menghadapi ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS).

Aries mengatakan, fasilitas dan peralatan yang tersedia di UPT PTKK dapat dimanfaatkan sebagai tempat training center (TC) bagi siswa setelah mengikuti pembinaan tingkat provinsi. Dengan demikian, pembinaan tidak sepenuhnya harus dilakukan di masing-masing kabupaten/kota yang memiliki keterbatasan sarana.

"Ke depan saya berharap ini jadi laboratorium untuk LKS. Kalau kurang lengkap, ya dilengkapi. Ini laboratorium mereka. Berbulan-bulan setelah TC dari provinsi di sini dimatangkan skill-nya, sehingga tidak menyulitkan lagi di kabupaten/kota untuk TC," ujarnya.

Baca Juga: DPRD Jatim Minta Pemprov Gerak Cepat Selamatkan Lahan dari Kekeringan

Untuk memastikan keberlanjutan program, Aries juga meminta seluruh karyawan UPT PTKK melakukan tracer study terhadap siswa peserta pelatihan di sekolah masing-masing.

"Semakin banyak siswa ikut pelatihan ini dan tidak berhenti prosesnya. Bagaimana output dan outcome-nya, sehingga kita bisa tracer study. Berdampak atau tidak hasil pelatihan siswa ini," katanya.

Salah satu peserta pelatihan TPTU, Abdul Latif Sasmito, siswa kelas XI SMKN 1 Kota Madiun, mengatakan pelatihan yang diikutinya memberikan pengalaman praktik yang belum banyak diperoleh di sekolahnya.

Menurut dia, pembelajaran di UPT PTKK lebih banyak mengajak siswa menghadapi persoalan secara langsung. Mulai dari merancang, merakit, hingga melakukan perbaikan peralatan pendingin.

Baca Juga: 16 Tim Bersaing di Bahlil Mini Soccer Zona 7 Surabaya, Ruang bagi Pelajar Menyalurkan Bakat

"Di sini lebih banyak praktik. Mempelajari sebuah masalah dan membuka pola pikir untuk menyelesaikan masalah. Meskipun hanya seminggu, teman-teman bisa merancang, merakit dan mengatasi perbaikan," ujarnya.

Ia mencontohkan, perbaikan AC menjadi salah satu materi yang menurutnya penting karena berbeda dengan sekadar memasang AC. Siswa juga belajar melakukan diagnosis kerusakan hingga memperbaikinya.

"Masang AC mudah. Yang sulit perbaikan, merakit hingga jadi baru. Ini memakan waktu dan belum diajari di sekolah, salah satunya," ungkapnya.

Latif berharap fasilitas UPT PTKK juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat pembinaan LKS. Menurutnya, sarana praktik yang tersedia relatif lebih lengkap sehingga siswa dapat mengasah keterampilan secara lebih intensif.

Baca Juga: Tersangka Dugaan Pungli Dinas ESDM Jatim Oni Meninggal Dunia, Kejari Surabaya Hentikan Status Hukum

"Harapan saya, tempat ini juga bisa digunakan untuk pembinaan LKS. Karena sarprasnya sudah lengkap. Di sekolah fasilitasnya kurang memadai," katanya.

Ia berharap kompetensi yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti pada dirinya sendiri, tetapi dapat ditularkan kepada siswa lain di sekolah. Selain itu, pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal untuk mengikuti LKS, khususnya pada bidang TPTU.

"Harapannya mampu menguasai TPTU, baik AC, kulkas, maupun chiller. Output-nya bisa mengimbaskan ilmu kepada teman-teman dan hasil kegiatan ini bisa dimanfaatkan untuk LKS,"pungkasnya.(mus/gun)

Editor : Guntur Irianto
Sumber : radar surabaya
tracer study sekolah kejuruhan Dindik Jatim praktek Pelatihan