RADAR SURABAYA - Pendaftaran Tes Kompetensi Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional (AN) Tahun 2026 resmi dibuka melalui laman Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Sebanyak 447.705 murid dari 4.073 SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur akan mengikuti pelaksanaan TKA dan AN tahun ini.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, memastikan kesiapan Jawa Timur dalam menghadapi pelaksanaan TKA 2026 telah dilakukan secara matang. Berbagai evaluasi hasil TKA tahun lalu telah dijadikan dasar penyusunan strategi peningkatan kualitas pembelajaran.
"Beberapa waktu lalu kami telah mengevaluasi hasil TKA 2025. Perbaikan difokuskan pada kompetensi yang masih perlu ditingkatkan, khususnya Bahasa Indonesia dan literasi serta Matematika dan numerasi. Salah satu langkah yang kami lakukan adalah meningkatkan kompetensi guru dan memperkuat faktor-faktor pendukung pembelajaran," ujar Aries, Kamis (29/7).
Menurutnya, TKA merupakan instrumen untuk mengukur capaian kompetensi akademik murid yang meliputi tiga indikator utama, yakni literasi, numerasi, dan penalaran. Hasilnya menjadi dasar pengendalian sekaligus penjaminan mutu pendidikan di Jawa Timur.
"TKA menjadi salah satu instrumen untuk mengukur capaian kompetensi akademik murid sekaligus sebagai bahan acuan pengendalian dan penjaminan mutu pendidikan," jelasnya.
Untuk meningkatkan capaian TKA, Dindik Jatim telah menyiapkan sejumlah strategi. Di antaranya analisis soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), penguatan kompetensi guru melalui pelatihan dan workshop, pemanfaatan teknologi digital, hingga program TKA Clinic bagi sekolah dengan capaian rendah.
Selain itu, Dindik Jatim juga mengembangkan Jatim Learning Digital Vault, platform pembelajaran digital yang menyediakan video pembelajaran, bank soal, dan modul interaktif yang dapat diakses seluruh guru dan murid di Jawa Timur.
Baca Juga: Persebaya Buru Kemenangan atas PSMS, Bernardo Tavares: Jangan Anggap Remeh!
"Kami juga mereplikasi praktik baik dari sekolah-sekolah unggulan ke sekolah yang hasil TKA-nya masih memerlukan intervensi, serta memperkuat digitalisasi pembelajaran melalui Learning Management System tingkat provinsi," ungkapnya.
Aries menegaskan pelaksanaan TKA sejalan dengan konsep pembelajaran bermakna. Menurutnya, pembelajaran yang dirancang dengan baik akan berdampak langsung terhadap peningkatan hasil TKA.
"Pembelajaran yang bermakna jika dilaksanakan dengan konsep dan praktik yang benar secara otomatis akan meningkatkan nilai TKA," tegasnya.
Ia menambahkan, guru memiliki peran penting sebagai aktivator, pembangun budaya belajar, sekaligus kolaborator yang memberikan umpan balik kepada murid agar mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, mengevaluasi, dan memperbaiki proses belajarnya.
Di sisi lain, Dindik Jatim juga terus mengoptimalkan penggunaan teknologi pembelajaran, termasuk papan digital interaktif, dengan pendampingan melalui pengawas pembina di setiap satuan pendidikan.
"Optimalisasi pemanfaatan teknologi pembelajaran terus kami lakukan agar kualitas proses belajar mengajar meningkat dan berdampak pada capaian TKA ke depan," pungkas Aries. (*)
Editor : Lambertus Hurek