Gubernur Khofifah Serukan Perlindungan Anak, Sebut Investasi Terbaik Menuju Indonesia Emas 2045

Lainin Nadziroh • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 09:35 WIB
HAN 2026. (Biro Adpim)
HAN 2026. (Biro Adpim)

RADAR SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan pemenuhan hak dan perlindungan anak sebagai prioritas bersama.

Menurutnya, investasi terbaik untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 adalah memastikan setiap anak tumbuh sehat, terlindungi, dan memperoleh pendidikan yang berkualitas.

Ajakan tersebut disampaikan Khofifah bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 yang mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan", Kamis (23/7).

Khofifah menegaskan, tema Hari Anak Nasional 2026 mengandung pesan bahwa setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang,

memperoleh perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi, serta memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang secara optimal.

Baca Juga: Ketika Algoritma Lebih Cerdas daripada Konstitusi

Menurutnya, pemenuhan hak anak merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi unggul yang akan menjadi penentu terwujudnya Indonesia Emas 2045.

"Seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh hak untuk tumbuh, belajar, hidup sehat, terlindungi, dan berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya," ujar Khofifah.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan perhatian lebih terhadap tumbuh kembang anak.

"Mari kita sayangi anak dan lindungi mereka. Sebab, anak-anak kita adalah pemimpin masa depan.

Investasi terbaik yang dapat kita lakukan adalah memastikan mereka tumbuh sehat, memperoleh pendidikan yang berkualitas, mendapatkan perlindungan, serta memiliki ruang untuk mengembangkan karakter, kreativitas, dan prestasinya," katanya.

Pemprov Jatim Perkuat Program Ramah Anak

Sebagai bentuk komitmen terhadap perlindungan anak, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat berbagai program yang berpihak kepada anak.

Program tersebut meliputi peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, perlindungan sosial, pemenuhan gizi, hingga penciptaan lingkungan yang aman dan ramah anak.

Khofifah menilai pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak usia dini karena kualitas generasi mendatang akan menentukan daya saing Indonesia di tengah persaingan global.

Baca Juga: Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 28 Surabaya Raih Penghargaan, SPMB 2026-2027 Tembus Tiga Kelas

"Anak-anak yang hebat akan melahirkan Indonesia yang kuat dan hebat. Karena itu, seluruh kebijakan pembangunan harus menempatkan kepentingan terbaik bagi anak sebagai prioritas utama," ujarnya.

Tantangan Anak Semakin Kompleks

Khofifah mengingatkan bahwa anak-anak saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

Selain perkembangan teknologi digital, mereka juga dihadapkan pada ancaman perundungan, kekerasan terhadap anak, penyalahgunaan narkoba, hingga persoalan kesehatan mental.

Karena itu, ia menilai perlindungan anak tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah.

Dibutuhkan kolaborasi erat antara keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, media, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.

"Perlindungan anak tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan gotong royong seluruh elemen masyarakat agar

anak-anak Indonesia tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, penuh kasih sayang, serta terbebas dari segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi," tegasnya.

Peran Keluarga Sangat Menentukan

Khofifah juga mengajak para orang tua memperkuat peran keluarga sebagai sekolah pertama bagi anak.

Menurutnya, nilai-nilai kejujuran, disiplin, empati, toleransi, tanggung jawab, dan cinta tanah air harus ditanamkan sejak dini agar menjadi karakter yang melekat hingga dewasa.

Ia turut mendorong anak-anak Jawa Timur agar berani bermimpi besar, terus belajar, memanfaatkan teknologi secara bijak, serta mengembangkan potensi yang dimiliki.

"Jadilah generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, dan inovatif. Gunakan teknologi untuk belajar, berkarya, dan berprestasi, bukan untuk hal-hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain," pesannya.

Khofifah optimistis anak-anak Jawa Timur memiliki kapasitas besar untuk menjadi generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional apabila mendapatkan dukungan yang tepat dari seluruh pihak.

Menutup pesannya, Khofifah mengajak masyarakat menjadikan Hari Anak Nasional 2026 sebagai momentum memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak-hak anak sekaligus mewujudkan lingkungan yang semakin ramah anak.

"Mari kita jadikan Hari Anak Nasional sebagai momentum memperkuat ikhtiar bersama dalam menyiapkan generasi emas Indonesia.

Anak-anak yang hari ini kita lindungi, didik, dan dampingi dengan penuh kasih sayang, kelak akan menjadi pemimpin yang membawa Indonesia semakin maju, adil, dan sejahtera," pungkasnya.(nin) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Hari Anak Nasional 2026 Gubernur Khofifah Indar Parawansa indonesia emas 2045 HAN