Kapal RSKKA Berlayar dari Kalimas Surabaya, Bawa Layanan Kesehatan Gratis ke Wilayah Terisolasi

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 18:44 WIB
Kapal Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA) bertolak dari Pelabuhan Kalimas, Surabaya, untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah terisolasi di Indonesia.
Kapal Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA) bertolak dari Pelabuhan Kalimas, Surabaya, untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah terisolasi di Indonesia.

RADAR SURABAYA – Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA) kembali menjalankan misi kemanusiaan dengan membawa layanan kesehatan langsung ke wilayah kepulauan dan daerah terisolasi di Indonesia.

Keberangkatan kapal dari Pelabuhan Kalimas, Surabaya, menjadi simbol kuat kolaborasi antara Indonesia dan Australia dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang sulit dijangkau.

Misi tersebut merupakan bagian dari kerja sama pembangunan antara Australia dan Indonesia yang telah terjalin hampir satu dekade.

Sejak 2024, kemitraan kedua negara dijalankan melalui Rencana Kemitraan Pembangunan Australia–Indonesia 2024–2028 yang mencakup sektor pendidikan, infrastruktur, ketahanan iklim, hingga kesehatan.

Salah satu bentuk dukungan nyata Konsulat Jenderal Australia di Surabaya diwujudkan melalui Program Bantuan Langsung (Direct Aid Program) yang bersinergi dengan Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA).

Baca Juga: Komisi A DPRD Jatim: Fatwa MUI soal Vape Sejalan dengan Perda P4GN

Program ini bertujuan meningkatkan pemerataan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan fasilitas medis.

Wakil Konsul Jenderal Australia di Surabaya secara resmi melepas keberangkatan RSKKA dari Pelabuhan Kalimas.

Selama pelayaran, kapal akan memberikan pemeriksaan kesehatan, pelayanan medis, edukasi kesehatan, serta program pencegahan dan deteksi dini berbagai penyakit di pulau-pulau terluar.

Tidak hanya memberikan dukungan secara kelembagaan, Perwakilan Konsulat Jenderal Australia, Glen Askew, juga turun langsung meninjau pelayanan kesehatan di Pulau Raas, Kabupaten Sumenep.

Ia turut membuka seminar edukasi kesehatan sekaligus memberikan penyuluhan mengenai bahaya pernikahan dini kepada siswa MA Sirajul Akhyar.

Menteri Pembangunan Internasional, Usaha Kecil, dan Urusan Multikultural Australia, Dr Anne Aly MP, menegaskan bahwa kerja sama kesehatan menjadi salah satu fondasi penting hubungan kedua negara.

 "Australia dan Indonesia memiliki sejarah panjang dalam bekerja sama mengatasi tantangan kesehatan di kawasan kita bersama," ujarnya.

Baca Juga: Gubernur Khofifah: Kopi dan Kakao Jatim Siap Menjadi Komoditas Unggulan di Pasar Global

Kolaborasi tersebut juga diperkuat melalui program Kemitraan Australia–Indonesia untuk Transformasi Kesehatan (KITA SEHAT) yang berlangsung selama delapan tahun.

Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas Indonesia dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons penyakit menular, sekaligus membangun sistem layanan kesehatan yang lebih tangguh, adil, dan inklusif.

Dalam misi Bakti 2026, RSKKA mendapat dukungan dari berbagai lembaga dan instansi, antara lain HCML SKK Migas, OneMed, Kementerian Kesehatan RI, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), BPJS Kesehatan, RSUD Dr. Soetomo, Aperindo, Pelindo, serta Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Direktur Utama RSKKA, dr. Agus Harianto, Sp.B., berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat di wilayah kepulauan memperoleh layanan kesehatan yang layak.

"Semoga melalui sinergi ini semakin banyak mitra yang bergabung untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya bagi saudara-saudara kita di wilayah kepulauan," katanya.

Melalui misi sosial tersebut, RSKKA tidak hanya menghadirkan pelayanan kesehatan, tetapi juga memperkuat edukasi masyarakat sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup warga di daerah terluar dan terisolasi.

Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi pemerintah, dunia usaha, lembaga kesehatan, dan mitra internasional mampu menghadirkan layanan kesehatan yang lebih merata bagi masyarakat Indonesia.(rmt) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga konsulat jenderal australia