Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Serapan Beras Bulog Jatim Tembus 98,35 Persen, Target Pengadaan 2026 Hampir Tercapai

Mus Purmadani • Rabu, 8 Juli 2026 | 00:34 WIB
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho.

RADAR SURABAYA – Kinerja Perum Bulog Kanwil Jawa Timur dalam menyerap hasil panen petani terus menunjukkan tren positif.

Hingga 4 Juli 2026, serapan beras Bulog Jatim telah mencapai 869.359 ton setara beras atau 98,35 persen dari target pengadaan tahun 2026 sebesar 883.912 ton setara beras.

Capaian tersebut menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu daerah dengan kontribusi terbesar terhadap pengadaan beras nasional sekaligus memperkuat cadangan pangan pemerintah.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, mengatakan realisasi pengadaan tersebut berasal dari penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) sebanyak 1,69 juta ton.

Baca Juga: Jangan Tunda Makan Siang, Tubuh Tetap Butuh Energi untuk Beraktivitas

Dibandingkan periode yang sama pada 2025, serapan tahun ini meningkat sekitar 34 persen, dari 651.009 ton menjadi 869.359 ton setara beras.

 "Target pengadaan tahun ini hampir tercapai. Kami optimistis hingga akhir tahun target dapat dipenuhi," ujar Langgeng kepada Radar Surabaya, Selasa (7/7).

Produksi Padi Jatim Jadi Penopang Serapan Beras Nasional

Menurut Langgeng, tingginya serapan beras Bulog Jatim tidak lepas dari besarnya produksi padi di Jawa Timur.

Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), produksi gabah provinsi ini pada 2026 diperkirakan mencapai 14,94 juta ton.

Keberhasilan tersebut juga didukung sinergi Bulog dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), serta mitra penggilingan.

Kolaborasi tersebut memungkinkan pemetaan jadwal panen lebih akurat sehingga Bulog dapat menyerap gabah petani secara lebih cepat dan maksimal.

Selain itu, Bulog mengoptimalkan Tim Jemput Pangan yang turun langsung ke sentra-sentra produksi untuk membeli gabah sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.

 "Sinergi lintas sektor memberikan kontribusi sangat besar. Pemerintah daerah membantu koordinasi wilayah, penyuluh memberikan

informasi panen, sedangkan TNI dan Polri mendukung pendampingan agar penyerapan berjalan sesuai target pemerintah," katanya.

Baca Juga: Bangun Lebih Awal Bantu Atur Aktivitas dan Jaga Kesehatan Mental

Stok Beras Bulog Jatim Capai 1,36 Juta Ton

Di tengah tingginya penyerapan, Bulog Jatim kini menguasai stok sekitar 1,36 juta ton beras.

Persediaan tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama sekitar 16 bulan, termasuk untuk pelaksanaan program Bantuan Pangan dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Bulog juga telah mengantisipasi potensi kemarau panjang maupun El Niño dengan memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sejak panen raya.

Pengelolaan gudang, peningkatan kapasitas penyimpanan, hingga percepatan distribusi SPHP terus dilakukan guna menjaga stabilitas harga beras.

Bulog Jatim Genjot Penyerapan Jagung

Selain beras, Bulog Jatim juga mendapat penugasan menyerap jagung sesuai Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2026.

Hingga awal Juli 2026, pengadaan jagung telah mencapai 50.390 ton atau 50,39 persen dari target 100.000 ton.

 Angka tersebut meningkat sekitar 572 persen dibandingkan total pengadaan sepanjang 2025 yang hanya 7.500 ton.

Meski demikian, Bulog masih menghadapi tantangan di lapangan. Di sejumlah daerah, harga gabah petani berada di atas HPP

sehingga sebagian petani memilih menjual kepada pembeli lain yang menawarkan harga lebih tinggi.

Langgeng menegaskan kebijakan HPP sebesar Rp6.500 per kilogram tetap efektif karena memberikan kepastian harga sekaligus melindungi petani dari praktik permainan harga oleh tengkulak.

Bulog Jatim Perketat Pengawasan Kualitas Beras

Untuk menjaga kualitas beras di tengah besarnya stok, Bulog menerapkan pemeriksaan mutu sejak penerimaan gabah, pengendalian hama gudang secara terpadu

melalui pengaturan sirkulasi udara, kebersihan gudang, pemantauan harian, hingga penyemprotan rutin dan fumigasi apabila diperlukan.

Secara nasional, target pengadaan beras Bulog pada 2026 mencapai 4 juta ton. Dari jumlah tersebut, Jawa Timur mendapat target 883.912 ton atau sekitar 22 persen dari target nasional.

Hingga 4 Juli 2026, kontribusi Bulog Jawa Timur mencapai sekitar 26,39 persen dari total pengadaan nasional yang telah menembus 3.293.114 ton.

Memasuki semester II 2026, Bulog Jatim akan terus memprioritaskan penyaluran SPHP dan penyerapan hasil panen petani

sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.(mus) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#SPHP #serapan beras #Jawa Timur #bulog jatim