RADAR SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menerapkan pengawasan ketat dalam pelaksanaan seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB) jalur mandiri Program Studi Kedokteran tahun 2026.
Sebanyak 353 calon mahasiswa mengikuti Tes Masuk Unesa Berbasis Komputer (TMUBK) secara luring di Fakultas Kedokteran, Kampus II Lidah Wetan, Surabaya.
Berbeda dengan program studi lainnya, seluruh peserta seleksi Kedokteran diwajibkan hadir langsung di lokasi ujian
untuk mengikuti serangkaian tahapan seleksi, mulai dari tes tulis, tes psikologi, hingga pemeriksaan kesehatan.
Kepala Seksi Penerimaan dan Kelulusan Mahasiswa Unesa, Dr. Ainur Rifqi, mengatakan proses seleksi dirancang secara ketat guna menjamin objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas hasil.
"Penyusunan soal tes melibatkan dosen serta pakar dari berbagai bidang keilmuan. Pengawasan juga diperketat.
Baca Juga: ICDX Resmi Gandeng BUCE Belarus, Buka Babak Baru Perdagangan Komoditas Internasional
Sebelum memasuki ruang ujian, peserta wajib diperiksa menggunakan alat pendeteksi logam (metal detector) guna mencegah segala bentuk kecurangan," ujarnya, Selasa (7/7).
Selain pemeriksaan menggunakan metal detector, Unesa juga menempatkan 10 pengawas berpengalaman selama ujian berlangsung.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh peserta mengerjakan soal secara mandiri sehingga hasil seleksi benar-benar mencerminkan kemampuan masing-masing.
Seleksi Kedokteran Berbeda dengan Prodi Lain
TMUBK Unesa 2026 dilaksanakan melalui dua skema. Skema pertama adalah seleksi luring khusus Program Studi Kedokteran,
sedangkan skema kedua berupa seleksi daring untuk seluruh program studi nonkedokteran.
Seleksi daring telah diikuti 2.018 peserta dan dilaksanakan pada Senin (6/7). Sementara itu, peserta Kedokteran menjalani seleksi secara langsung karena membutuhkan tahapan tambahan, termasuk tes psikologi dan pemeriksaan kesehatan.
Orang Tua Rela Datang dari Klaten
Pelaksanaan seleksi juga dihadiri para orang tua yang mendampingi putra-putrinya. Salah satunya Nurul Agustien, warga Klaten, Jawa Tengah, yang rela menempuh perjalanan ke Surabaya demi mendukung anaknya mengikuti seleksi Kedokteran Unesa.
Baca Juga: 3.645 Sekolah di Jatim Berada di Kawasan Rawan Bencana
Menurutnya, Unesa kini menjadi salah satu perguruan tinggi yang memiliki reputasi semakin baik, tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga dalam pengembangan ilmu sains dan kesehatan.
"Kami sangat mendukung pilihan anak masuk Unesa. Kampus ini kini tidak hanya dikenal sebagai kampus pendidikan, tetapi juga
berkembang pesat di bidang sains dan kesehatan. Semoga tesnya berjalan lancar dan hasilnya sesuai harapan," tuturnya.
Dengan sistem pengawasan yang ketat, Unesa berharap proses seleksi jalur mandiri berlangsung jujur, adil, dan menghasilkan
calon mahasiswa yang memiliki kompetensi terbaik untuk menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan