Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

3.645 Sekolah di Jatim Berada di Kawasan Rawan Bencana

Mus Purmadani • Selasa, 7 Juli 2026 | 16:56 WIB
ANTISIPASI: BPBD Jatim kembali menggelar Training of Facilitator (TOF) SPAB 2026 bagi guru SMA sederajat.
ANTISIPASI: BPBD Jatim kembali menggelar Training of Facilitator (TOF) SPAB 2026 bagi guru SMA sederajat.

RADAR SURABAYA - Sebanyak 3.645 SMA, SMK, dan MA di Jawa Timur atau sekitar 89,2 persen dari total 4.088 sekolah berada di kawasan dengan tingkat kerawanan bencana tinggi. Namun, hingga kini baru 95 sekolah atau sekitar dua persen yang telah mendapatkan pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Kondisi tersebut menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur. Untuk mempercepat peningkatan kesiapsiagaan di lingkungan pendidikan, BPBD kembali menggelar Training of Facilitator (TOF) SPAB 2026 bagi guru SMA sederajat.

Pelatihan yang berlangsung pada 6–7 Juli 2026 di Surabaya itu diikuti 50 guru perwakilan dari 38 kabupaten/kota. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi BPBD Jawa Timur dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Jawa Timur, Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, serta Dinas Pendidikan Jawa Timur.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengatakan tingginya jumlah sekolah yang berada di wilayah rawan bencana menjadi alasan utama percepatan pelaksanaan program SPAB.

"Masih banyak sekolah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana, tetapi belum memperoleh pelatihan SPAB. Karena itu, peningkatan kapasitas guru menjadi sangat penting agar pengetahuan tersebut dapat diterapkan di sekolah masing-masing," ujarnya.

Menurut Gatot, guru merupakan ujung tombak dalam membangun budaya siaga bencana di lingkungan sekolah. Melalui pelatihan tersebut, para peserta diharapkan mampu menjadi fasilitator yang mengembangkan program SPAB di satuan pendidikan masing-masing sehingga jumlah sekolah tangguh bencana terus bertambah.

Ketua IGI Jawa Timur, Sukari, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, pembekalan kebencanaan kepada guru merupakan langkah penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan siap menghadapi berbagai risiko bencana.

"Dengan bekal materi kebencanaan yang diberikan, kami optimistis percepatan sekolah tangguh bencana bisa terwujud. Tujuan akhirnya adalah menciptakan satuan pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah," katanya.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai kebijakan SPAB, Kajian Risiko Bencana Partisipatif (KRBP), pembentukan Tim Siaga Sekolah, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), hingga simulasi penanganan bencana.

Pada hari kedua, para peserta mengunjungi Taman Edukasi Bencana BPBD Jawa Timur untuk mempelajari berbagai fasilitas edukasi kebencanaan sekaligus menyusun rencana tindak lanjut penerapan SPAB di sekolah masing-masing.

BPBD Jawa Timur berharap pelatihan ini mampu mempercepat penerapan konsep Satuan Pendidikan Aman Bencana di lebih banyak sekolah. Dengan demikian, ribuan sekolah yang berada di kawasan rawan bencana memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam melindungi peserta didik, tenaga pendidik, dan seluruh warga sekolah saat terjadi bencana. (mus/vga)

 

Editor : Vega Dwi Arista
#sekolah #bencana #sma #bpbd #jatim