RADAR SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin secara resmi melepas Karnaval Budaya dalam rangka pembukaan Bakti TNI untuk Negeri di Alun-Alun Kabupaten Bangkalan, Senin (6/7).
Kegiatan tersebut menjadi simbol kuat kemanunggalan TNI dan rakyat sekaligus mempererat persatuan, semangat gotong royong, serta pelestarian budaya lokal Madura.
Pelepasan karnaval ditandai dengan pengibaran bendera di depan Kodim 0829/Bangkalan.
Selanjutnya, iring-iringan peserta bergerak mengelilingi Alun-Alun Bangkalan dan disambut antusias ribuan warga yang memadati sepanjang rute.
Suasana semakin semarak dengan penampilan musik ul-daul, kesenian tradisional khas Madura yang sarat nilai kebersamaan dan menjadi salah satu identitas budaya masyarakat setempat.
Gubernur Khofifah bersama Pangdam V/Brawijaya juga menaiki kereta hias bertema Singo Barong yang menjadi ikon Karnaval Budaya tahun ini.
Sebanyak 13 kelompok karnaval turut memeriahkan kegiatan tersebut. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai pelajar, komunitas sepeda antik, kelompok seni budaya, hingga pelaku seni musik tradisional ul-daul.
Baca Juga: Musim Bediding di Jawa Timur hingga Agustus, BMKG Sebut Fenomena Normal saat Musim Kemarau
Berbagai atraksi kreatif yang ditampilkan berhasil menghibur masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan.
Gubernur Khofifah mengapresiasi antusiasme masyarakat dan seluruh peserta yang ikut menyukseskan Karnaval Budaya.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan media untuk memperkuat persatuan serta memperkenalkan kekayaan budaya Madura kepada masyarakat yang lebih luas.
"Alhamdulillah, semangat seluruh peserta luar biasa. Karnaval ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan,
menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah, sekaligus menyemarakkan pelaksanaan Karya Bakti TNI AD di Wilayah Madura Tahun 2026," ujar Khofifah.
Ia menegaskan, Karnaval Budaya Bakti TNI untuk Negeri juga menjadi momentum memperkuat pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa.
"Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol pengabdian. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pelestarian budaya lokal. Karnaval diisi dengan berbagai penampilan yang istimewa dan penuh kreativitas dari ribuan warga," imbuhnya.
Khofifah menambahkan, keterlibatan pelajar, komunitas, seniman, hingga masyarakat umum membuktikan bahwa pembangunan
tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui penguatan nilai-nilai sosial, budaya, gotong royong, dan persatuan.
"Di sini ada anak-anak, remaja, hingga orang dewasa yang tumpah ruah dalam suasana guyub dan rukun.
Ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan masyarakat masih sangat kuat, sekaligus menjadi wujud nyata pelestarian kekayaan budaya daerah sebagai identitas bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang," tuturnya.
Lebih lanjut, Gubernur Jawa Timur itu berharap kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, TNI, pemerintah kabupaten, serta seluruh elemen masyarakat terus diperkuat guna mendukung pembangunan yang inklusif, harmonis, dan berkelanjutan.
"Kehadiran masyarakat yang begitu antusias menjadi bukti bahwa kegiatan seperti ini mampu menjadi perekat persatuan.
Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi energi positif dalam mendukung pembangunan serta kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
Kegiatan Karnaval Budaya menjadi salah satu rangkaian pembukaan Bakti TNI untuk Negeri di Kabupaten Bangkalan.
Selain memperkuat sinergi TNI dan masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi sarana promosi budaya Madura sekaligus menggerakkan partisipasi masyarakat dalam menjaga persatuan dan memperkokoh nilai-nilai kebangsaan.(nin)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan