RADAR SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat langkah pengendalian inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Salah satunya melalui gelaran Pasar Murah yang digelar di halaman Kelurahan Gunung Anyar, Surabaya.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai bagian dari strategi stabilisasi harga bahan pokok di daerah.
Sejak pagi, ratusan warga tampak memadati lokasi kegiatan. Antusiasme masyarakat terlihat dari antrean panjang yang didominasi ibu rumah tangga, lansia, hingga remaja yang ingin mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dari pasaran.
Upaya Kendalikan Inflasi dan Jaga Daya Beli
Khofifah menegaskan bahwa Pasar Murah merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan, khususnya komoditas strategis yang sering mengalami fluktuasi.
Baca Juga: Kadin Jatim Desak Penundaan Permenkum 49/2025, Khawatir Kebocoran Data Perusahaan
“Fokus utama dalam Pasar Murah adalah memastikan ketersediaan dan keterjangkauan komoditas pokok yang dijual dengan harga lebih murah dari harga pasar,” ujar Khofifah.
Ia menambahkan, komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, hingga cabai menjadi perhatian utama karena memiliki pengaruh besar terhadap inflasi daerah.
“Intervensi harga melalui pasar murah sangat penting terutama pada komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, gula, hingga cabai rawit dan cabai merah,” imbuhnya.
Harga Sembako di Pasar Murah Lebih Terjangkau
Dalam kegiatan tersebut, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah pasar. Di antaranya:
Beras premium: Rp14.000/kg
Beras medium SPHP: Rp11.000/kg
Minyak goreng: Rp13.000/liter
Gula pasir: Rp14.000/kg
Tepung terigu: Rp10.000/kg
Telur ayam ras: Rp22.000/kemasan
Daging ayam ras: Rp30.000/kemasan
Bawang putih: Rp6.000/250 gram
Bawang merah: Rp7.000/250 gram
Cabai: Rp5.000/200 gram
Harga tersebut menjadi daya tarik utama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan biaya lebih hemat.
Penguatan Distribusi dan Sinergi Pangan
Selain menjaga harga, Pemprov Jawa Timur juga memperkuat koordinasi distribusi pangan, khususnya untuk komoditas Minyakita.
Baca Juga: Zverev Juara Roland Garros 2026, Raih Gelar Grand Slam Pertama Usai Laga Dramatis 5 Set
Upaya ini dilakukan bersama Bulog dan para pemasok guna mencegah kelangkaan di pasaran.
“Lewat Pasar Murah kita ingin memastikan proses distribusi berbagai kebutuhan pokok bisa berjalan lancar,” kata Khofifah.
Ia menegaskan bahwa pemantauan harga dilakukan secara berkala untuk menentukan langkah intervensi yang tepat dalam menjaga stabilitas pasar.
Warga Rasakan Manfaat Langsung
Program Pasar Murah ini mendapat respons positif dari warga. Sunarni, salah satu warga Gunung Anyar, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut.
“Jauh lebih murah. Alhamdulillah saya senang sekali bisa belanja di sini,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sera, warga lainnya, yang bahkan mendapatkan telur gratis dari Gubernur.
“Senang sekali bisa dapat telur gratis dari Ibu Gubernur. Semoga sering-sering ada Pasar Murah seperti ini,” katanya.
Komitmen Jaga Stabilitas Harga
Pemprov Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program serupa di berbagai daerah sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sinergi antara pemerintah daerah, BUMN, dan pelaku usaha disebut menjadi kunci utama dalam memastikan pasokan pangan tetap aman dan harga tetap stabil di pasar. (nin)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan