Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sebanyak 30 Guru Naik Jabatan, 65 Kepala Sekolah Dilantik Gubernur Jatim Khofifah

Mus Purmadani • Rabu, 3 Juni 2026 | 20:28 WIB
SAH: Gubernur Jatim Khofifah melantik 65 Kepala Sekolah SMA, SMK, SKB, Negeri se-Jatim di Gedung Negara Grahadi.(ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
SAH: Gubernur Jatim Khofifah melantik 65 Kepala Sekolah SMA, SMK, SKB, Negeri se-Jatim di Gedung Negara Grahadi.(ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa resmi melantik dan mengambil sumpah dan janji jabatan 65 kepala SMA, SMK, dan SLB Negeri di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (3/6). Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan sekolah sekaligus menjaga capaian prestasi pendidikan Jatim yang dalam beberapa tahun terakhir konsisten berada di jajaran terbaik nasional.

Dalam arahannya, Khofifah menegaskan bahwa tanggung jawab kepala sekolah saat ini semakin besar. Sebab, Jatim telah mencatat berbagai prestasi pendidikan yang membanggakan dan harus terus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Menurutnya, keberhasilan pendidikan di Jatim merupakan hasil kerja bersama antara kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, serta komite sekolah yang selama ini telah menunjukkan dedikasi luar biasa.

“Tugas kepala sekolah sekarang semakin berat karena prestasi kita sudah luar biasa. Kerja keras kepala sekolah, guru, siswa, wali murid, dan komite sekolah selama ini telah menghasilkan capaian yang sangat membanggakan bagi Jatim,” ujar Khofifah.

Baca Juga: Begini Tanggapan Setwan Jatim terkait WFH ASN

Ia menjelaskan, hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun ini kembali menempatkan Jatim sebagai provinsi dengan jumlah siswa diterima terbanyak di perguruan tinggi negeri melalui jalur tes. Capaian tersebut merupakan yang ketujuh kalinya secara berturut-turut.

Sebelumnya, pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Jatim juga mencatat prestasi serupa dengan menjadi provinsi dengan jumlah siswa diterima terbanyak secara nasional.

Baca Juga: 163 Kasus Kejahatan Jalanan Diungkap Polrestabes Surabaya, 97 di Antaranya Kasus Curanmor

“Kemarin baru saja diumumkan SNBT yang menggunakan jalur tes. Jatim kembali menjadi yang tertinggi di Indonesia. Sebelumnya pada SNBP jalur prestasi juga tertinggi di antara seluruh provinsi. Ini sudah yang ketujuh kalinya dan menjadi bagian penting untuk melihat kinerja serta output dari masing-masing satuan pendidikan,” katanya.

Khofifah menegaskan, prestasi pendidikan tersebut memiliki kaitan erat dengan upaya mempersiapkan generasi muda menghadapi bonus demografi Indonesia. Menurutnya, bonus demografi hanya dapat dimanfaatkan secara optimal apabila generasi muda memperoleh akses pendidikan yang berkualitas dan merata di seluruh wilayah Jatim.

Baca Juga: Breaking News! Usai Dipecat Prabowo, Dadan Hindayana Keluar Kejagung dengan Rompi Tahanan

“Kalau kita berbicara tentang bonus demografi, maka cara mengisinya adalah memastikan anak-anak muda mendapatkan asupan pendidikan yang baik, berkualitas, dan semakin merata,” tegasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai menjelaskan bahwa jumlah calon kepala sekolah yang diusulkan sebenarnya mencapai 88 orang. Namun setelah melalui proses evaluasi di tingkat kementerian dan Badan Kepegawaian Negara (BKN), hanya 65 orang yang memenuhi syarat untuk dilantik.

Baca Juga: Kecelakaan Suroboyo Bus Tabrak Dump Truck, Dishub Surabaya Evaluasi Sopir dan Investigasi Pelanggaran SOP

“Sebenarnya yang diusulkan ada 88 orang. Namun setelah melalui proses evaluasi dari Kementerian dan BKN, yang siap dilantik hari ini sebanyak 65 orang,” ujarnya.

Aries mengungkapkan, sebanyak 23 calon kepala sekolah tidak dapat dilantik karena terbentur ketentuan dalam peraturan yang membatasi masa jabatan kepala sekolah maksimal dua periode.

“Ada sekitar 23 yang tidak bisa dilantik karena aturan Permendikbud menyebutkan kepala sekolah hanya dapat menjabat dua periode. Satu periode berlangsung selama empat tahun, sehingga mereka tidak dapat dipindahkan lagi ke sekolah lain sebagai kepala sekolah,” jelasnya.

Baca Juga: PPIH Debarkasi Surabaya Catat 34 Jemaah Haji Bayar Dam di Tanah Air

Dari total 65 kepala sekolah yang dilantik, sebanyak 30 orang merupakan promosi dari guru menjadi kepala sekolah. Mereka telah melalui proses seleksi, evaluasi, dan pelatihan calon kepala sekolah sebelum mendapatkan amanah memimpin satuan pendidikan.

Sementara sisanya merupakan hasil rotasi dan mutasi jabatan yang dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja, kebutuhan organisasi, serta penerapan sistem penghargaan dan pembinaan.

Baca Juga: DPRD Jatim Akan Panggil OPD, Cari Solusi Anjloknya Harga Telur Ayam

“Dari 65 yang dilantik, sebanyak 30 orang merupakan promosi dari guru menjadi kepala sekolah. Selebihnya merupakan rotasi dan mutasi. Tentu ada yang bersifat reward dan ada juga yang menjadi bagian dari evaluasi kinerja,” katanya.

Aries menekankan bahwa seluruh kepala sekolah yang dilantik telah menandatangani komitmen integritas dan diharapkan mampu menjadi teladan bagi guru maupun peserta didik. “Kami berharap mereka tidak hanya menjadi figur kepala sekolah, tetapi benar-benar menjadi pemimpin pendidikan yang mampu meningkatkan mutu dan kualitas sekolah yang dipimpinnya. Semakin baik kualitas kepemimpinan kepala sekolah, maka akan semakin baik pula kualitas guru dan murid di sekolah tersebut,” tegas Aries.

Baca Juga: Jatim Kembali Nomor 1 Nasional! 53 Ribu Siswa Lolos PTN 2026, Rekor 7 Tahun Berturut-turut

Meski telah melantik 65 kepala sekolah baru, Dinas Pendidikan Jatim mengakui masih terdapat sekitar 30 jabatan kepala sekolah yang saat ini masih kosong. Kekosongan tersebut terjadi karena adanya kepala sekolah yang memasuki masa pensiun hampir setiap bulan. Untuk mengatasi hal itu, jabatan sementara diisi oleh Pelaksana Tugas (PLT) sambil menunggu proses pengangkatan definitif.

“Masih ada sekitar 30 jabatan yang kosong. Saat ini sementara dijabat oleh PLT. Kami sudah mengusulkan kembali calon-calon kepala sekolah baru dan berharap prosesnya segera selesai sehingga mereka dapat segera bertugas secara definitif,” jelas Aries.

Ia menambahkan bahwa pelantikan kali ini sengaja dilakukan menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 agar kepala sekolah yang baru dapat langsung bekerja tanpa masa penyesuaian yang panjang.

Baca Juga: Mahasiswa FIK Ubaya Borong Prestasi di Asian Student Fashion Week 2026 di Malang

“Tidak ada waktu lagi untuk menyesuaikan diri. Setelah dilantik mereka langsung bekerja karena ada tanggung jawab besar yang harus segera dijalankan, terutama pelaksanaan SPMB yang membutuhkan kepemimpinan dan pengambilan keputusan secara cepat di sekolah masing-masing,” pungkasnya. (mus/gun)

 

 

Editor : Guntur Irianto
#sumpah jabatan #dilantik #Gubernur Jatim Khofifah #kepala sekolah #Gedung Grahadi Surabaya