Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Unesa Bagi 35 Ribu Porsi Sarapan Gratis Saat UAS, Mahasiswa Kini Bisa Fokus Kerjakan Ujian

Rahmat Sudrajat • Rabu, 3 Juni 2026 | 19:14 WIB
Mahasiswa Unesa menikmati sarapan bergizi gratis yang disediakan kampus sebelum mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS).
Mahasiswa Unesa menikmati sarapan bergizi gratis yang disediakan kampus sebelum mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS).

RADAR SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan dan konsentrasi mahasiswa dengan membagikan 35 ribu porsi sarapan bergizi gratis selama pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS).

Program yang berlangsung mulai 2 hingga 12 Juni 2026 ini menyasar mahasiswa di 13 fakultas yang tersebar di empat kampus Unesa.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa menjaga kondisi fisik dan meningkatkan fokus saat mengerjakan ujian.

Pasalnya, tidak sedikit mahasiswa yang kerap melewatkan sarapan karena begadang belajar atau harus berangkat pagi ke kampus.

Sebanyak 35.000 paket sarapan didistribusikan ke Kampus I Ketintang, Kampus II Lidah Wetan, Kampus III Moestopo, dan Kampus V Magetan.

 Di Kampus Ketintang, proses distribusi dimulai sejak pukul 05.00 WIB. Petugas mengambil paket makanan dari penyedia katering sebelum menyalurkannya ke berbagai gedung perkuliahan.

Staf Humas Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Unesa, Widya, menjelaskan bahwa sistem distribusi dibuat sederhana agar mahasiswa tidak perlu mengantre panjang.

Baca Juga: Sidang Kasus Nenek Elina di Surabaya, Alami Kekerasan hingga Kehilangan Barang Berharga

“Paket sarapan ditempatkan di masing-masing gedung. Mahasiswa cukup mengisi presensi sesuai program studinya, kemudian langsung mengambil sarapan yang telah disediakan,” ujarnya, Rabu (3/6).

Sarapan Gratis Unesa Disambut Antusias Mahasiswa

Program sarapan bergizi gratis ini mendapat respons positif dari mahasiswa. Jefta Grasia Putra, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, menilai kebijakan tersebut sangat membantu mahasiswa yang sering mengabaikan sarapan saat musim ujian.

Menurutnya, kebiasaan belajar hingga larut malam membuat banyak mahasiswa terburu-buru berangkat ke kampus tanpa sempat makan pagi.

“Mahasiswa biasanya fokus belajar sampai malam. Akibatnya, pagi hari langsung berangkat ujian tanpa sarapan. Program ini sangat membantu kami,” kata Jefta.

Antusiasme serupa juga terlihat di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Kampus Lidah Wetan. Pembagian sarapan dilakukan di area Joglo FBS dan diprioritaskan bagi mahasiswa yang mengikuti ujian sesi pagi.

Unesa Ingin Mahasiswa Sehat dan Konsentrasi Saat Ujian

Dekan FBS Unesa, Syafi’ul Anam, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk komitmen kampus dalam mendukung kesejahteraan mahasiswa, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga kebutuhan dasar berupa asupan gizi.

Baca Juga: Breaking News! Usai Dipecat Prabowo, Dadan Hindayana Keluar Kejagung dengan Rompi Tahanan

“Ini adalah wujud kepedulian Unesa terhadap kebutuhan mahasiswa. Kampus hadir secara nyata untuk memastikan mahasiswa mendapatkan dukungan yang dibutuhkan selama masa ujian,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik FBS, Prof Anas Ahmadi, M.Pd, menjelaskan bahwa program sarapan gratis memiliki beberapa tujuan penting. 

Selain meningkatkan semangat belajar, program ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara kampus dan mahasiswa.

Ia menambahkan bahwa kebutuhan nutrisi memiliki peran besar terhadap kemampuan otak dalam berpikir dan berkonsentrasi.

“Kalau lapar, mahasiswa sulit fokus dan tidak bisa berpikir optimal. Dengan sarapan yang cukup, mereka dapat mengerjakan soal dengan lebih tenang dan maksimal,” jelasnya.

Mahasiswa Merasa Lebih Diperhatikan

Manfaat program tersebut juga dirasakan oleh Aulia Ainun, mahasiswa Sastra Inggris angkatan 2025 asal Kalimantan.

Ia mengaku sering tidak sempat sarapan karena harus berangkat lebih pagi dari asrama menuju kampus.

Menurut Aulia, keberadaan sarapan gratis membuat mahasiswa merasa lebih diperhatikan oleh pihak universitas.

“Kalau lapar, kita jadi sulit fokus membaca soal. Dengan adanya program ini, saya merasa sangat diperhatikan oleh kampus,” tuturnya.

Ke depan, Unesa berencana melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program, mulai dari jumlah porsi hingga variasi menu yang disajikan.

Evaluasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh seluruh mahasiswa.

Program sarapan bergizi gratis selama UAS ini menjadi salah satu inovasi Unesa dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, nyaman, dan mendukung prestasi akademik mahasiswa.(rmt) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#sarapan bergizi gratis #uas #Universitas Negeri Surabaya #mahasiswa